Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Rusia memperkuat kolaborasi di sektor industri strategis melalui peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan teknologi industri dalam pertemuan bilateral di Saint Petersburg, Rusia.
Pertemuan tersebut berlangsung antara Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, Alexey Vladimirovich Gruzdev pada rangkaian Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026.
“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pembangunan industri nasional. Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama yang telah dibahas tidak berhenti pada tataran komitmen, tetapi segera ditransformasikan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Faisol dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Baca juga : Tumbang dari Persib, Fabio: Persija Bermain Lebih Baik
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 13 April 2026 yang menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di berbagai sektor prioritas.
Wamenperin menyebut hubungan bilateral Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif, terutama pada sektor perdagangan dan investasi. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan nonmigas kedua negara tercatat mencapai 4,04 miliar dolar Amerika Serikat dan terus tumbuh secara konsisten sejak 2020.
Selain perdagangan, investasi Rusia di Indonesia juga dinilai terus berkembang meski masih terbuka peluang besar untuk ditingkatkan melalui berbagai proyek strategis industri.
Baca juga : Pertagas Siap Pasok Gas Bumi Ke Industri Strategis
Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas sejumlah sektor prioritas kerja sama, antara lain industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, farmasi dan alat kesehatan, hingga pengembangan teknologi industri.
Pemerintah Indonesia juga menilai partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 dapat menjadi momentum penting untuk mempercepat implementasi berbagai kerja sama industri yang telah diidentifikasi sebelumnya.
Selain itu, kedua pihak sepakat mempercepat implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku tahun depan. Perjanjian tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan volume perdagangan kedua negara.
Baca juga : Darurat Keselamatan Transportasi Jalan
Indonesia dan Rusia juga membahas percepatan finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation sebagai payung hukum kerja sama industri yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Penandatanganan nota kesepahaman itu ditargetkan berlangsung bertepatan dengan momentum INNOPROM 2026.
Kedua negara turut memandang forum multilateral BRICS, termasuk melalui BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC), sebagai sarana strategis untuk mendukung transformasi industri dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Momentum partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional,” ujar Wamenperin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya