Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pertamina–INPEX Perkuat Kerja Sama Proyek LNG Abadi Masela
Rabu, 1 April 2026 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) dan INPEX Corporation memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan Proyek LNG Abadi di Blok Masela melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Proyek LNG Abadi yang berlokasi di Laut Arafura tersebut merupakan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia yang diharapkan menjadi sumber pasokan energi jangka panjang, khususnya bagi kawasan Asia.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari MoU sebelumnya yang telah ditandatangani kedua perusahaan pada Juli 2023.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan kolaborasi ini membuka peluang sinergi yang lebih luas, mulai dari sektor hulu hingga hilir energi.
Baca juga : Menkes Ajak China Perkuat Kerja Sama Kesehatan
“Melalui perpanjangan MoU ini, Pertamina berharap proyek LNG Abadi dapat segera terealisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujar Simon.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Simon Aloysius Mantiri dan President & CEO INPEX, Takayuki Ueda, di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Pada saat yang sama, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream Pertamina juga menandatangani MoU dengan INPEX untuk menjajaki pengembangan bisnis hulu migas di Indonesia dan Asia Tenggara.
Pertamina menegaskan akan terus mencari sumber pasokan energi baru guna memenuhi kebutuhan domestik melalui integrasi bisnis dari hulu hingga hilir.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Layanan Arus Balik Lebaran untuk Pemudik
Saat ini, proyek LNG Abadi di Blok Masela dioperasikan oleh INPEX melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd., dengan rencana kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun.
Proyek ini juga akan mengintegrasikan teknologi carbon capture and storage (CCS) untuk mendukung pengembangan energi rendah emisi.
INPEX sendiri telah beroperasi di sektor hulu migas Indonesia sejak 1960-an dan saat ini bertindak sebagai operator utama proyek tersebut.
Melalui kerja sama ini, Pertamina dan INPEX akan menjajaki berbagai peluang kolaborasi dalam rantai nilai LNG Abadi, mulai dari pengembangan hulu, penyerapan (offtake), transportasi, hingga kegiatan angkutan laut dan perdagangan karbon.
Baca juga : Perkuat Stok Pangan, Serap Produksi Lokal
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi energi yang berkelanjutan.
Sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target net zero emission 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya