RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Nasional (UNAS) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (31/5/2026). Sebanyak 1.838 wisudawan dikukuhkan pada periode ini. Terdiri atas 1.695 lulusan Program Sarjana, 135 lulusan Program Magister, dan 8 lulusan Program Doktor.
Mengusung tema “Universitas sebagai Pusat Kebudayaan, Peradaban, dan Etika”, wisuda kali ini menjadi refleksi komitmen Universitas Nasional dalam membangun pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter, nilai kemanusiaan, serta tanggung jawab sosial.
Pelaksanaan wisuda diselenggarakan dalam dua sesi guna menciptakan suasana yang lebih tertib, khidmat, dan nyaman bagi wisudawan beserta keluarga. Seluruh lulusan telah dinyatakan memenuhi syarat akademik dan dilaporkan tepat waktu ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) serta Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memperoleh Penomoran Ijazah Sertifikat Nasional (PISN).
Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru perjalanan hidup Saudara. Ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh di Universitas Nasional hendaknya menjadi bekal untuk berkarya, berkontribusi, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Junjunglah integritas sebagai landasan utama, kuasai keterampilan digital dan sosial, serta terus belajar sepanjang hayat,” ujarnya.
Menurutnya, capaian akademik para lulusan menunjukkan efektivitas sistem pembelajaran dan pendampingan yang diterapkan UNAS. Pada Program Sarjana, sebanyak 70 persen mahasiswa lulus tepat waktu dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,76. Sementara pada Program Pascasarjana, sebanyak 49 persen mahasiswa lulus tepat waktu dengan rata-rata IPK 3,88.
Selain capaian akademik, UNAS juga mencatat berbagai prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi tersebut diraih dalam berbagai ajang, antara lain ASEAN International Exhibition of Digital Innovation Creativepreneur 3.0, International Moslem Pencak Silat Championship 2025, serta sejumlah kompetisi karate tingkat nasional dan internasional.
“Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Nasional tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing secara global dengan kreativitas, inovasi, dan karakter yang kuat,” kata El Amry.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), Dr. Ramlan Siregar, menegaskan bahwa universitas memiliki peran strategis sebagai pusat pembentukan peradaban dan nilai-nilai kemanusiaan. “Universitas harus menjadi The Cradle of Civilization—rahim tempat peradaban dilahirkan dan dirawat,” ujarnya.
Ramlan menambahkan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), harus tetap diarahkan oleh etika dan nilai kemanusiaan. “Jika peradaban adalah tubuh dari kemajuan kita, maka etika adalah jiwa yang menghidupkannya,” tegasnya.
Dukungan Tokoh Nasional
Wisuda sesi pertama turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kebudayaan/Guru Besar Kehormatan Universitas Nasional Fadli Zon, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Henri Tambunan, serta Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Toni Toharudin.
Baca juga : Harita Nickel Fokus Efisiensi di Tengah Tekanan Industri Nikel Global
Dalam orasi ilmiahnya, Jumhur Hidayat mengajak para wisudawan menjadi generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga berkontribusi menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan kemanusiaan.
“Hari ini Saudara tidak hanya menerima gelar akademik, tetapi juga menerima amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan lingkungan tempat kita hidup bersama,” ujarnya.
Jumhur menyoroti tantangan global berupa triple planetary crisis, yakni krisis perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan meningkatnya polusi lingkungan. Dia menyatakan, krisis lingkungan bukan lagi sekadar isu akademik, tetapi telah menjadi persoalan ekonomi, sosial, kesehatan, bahkan kemanusiaan.
"Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kita menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam,” tegasnya.
Menurut Jumhur, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian penting dari solusi lingkungan global melalui kekayaan hutan tropis, mangrove, biodiversitas, dan sumber daya alam yang dimiliki. Indonesia tidak hanya menghadapi tantangan lingkungan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari solusi global.
"Apa yang kita lakukan hari ini dalam menjaga hutan, mangrove, sungai, dan laut akan menentukan masa depan generasi mendatang,” katanya.
Menutup orasinya, Jumhur mengajak para lulusan mengambil peran dalam transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan, bumi ini bukan warisan nenek moyang semata, tetapi pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu, tanggung jawab menjaga lingkungan hidup bukan hanya tugas Pemerintah, melainkan tugas moral seluruh generasi.
"Saya percaya lulusan Universitas Nasional mampu menjadi generasi solusi yang membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, bermartabat, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah III, Henri Tambunan, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Universitas Nasional dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Menurut Henri, gelar akademik yang diraih para wisudawan merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
“Ijazah yang Saudara terima hari ini adalah bukti capaian akademik sekaligus kunci pembuka berbagai peluang. Namun yang akan menentukan keberhasilan Saudara di masa depan adalah karakter, integritas, dan kemampuan untuk terus belajar menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Baca juga : Paul Munster Pastikan Bertahan Di Bhayangkara
Henri juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kejujuran dan etika di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin pesat.
“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, tetapi tidak jujur sangat sulit diperbaiki. Karena itu, jadikan integritas sebagai identitas utama dalam setiap peran yang Saudara jalani setelah lulus dari Universitas Nasional,” tegasnya.
Pada sesi kedua, hadir Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Tubagus Ace Hasan Syadzily, yang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Generasi Muda: Bonus Demografi dan Tantangan Bangsa”.
Dalam orasinya, Ace Hasan menegaskan bahwa wisuda merupakan awal perjalanan pengabdian dan kepemimpinan generasi muda Indonesia. Ia mengajak para lulusan meneladani semangat patriotisme intelektual para pendiri Universitas Nasional serta memperkuat wawasan kebangsaan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Hari ini Saudara telah menyelesaikan satu fase penting dalam kehidupan. Namun sesungguhnya, tantangan yang lebih besar baru dimulai. Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan tanggung jawab untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan berdaulat,” ujarnya.
Menurut Ace Hasan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, bonus demografi harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta penguatan karakter kebangsaan.
“Kita membutuhkan generasi yang mampu berpikir global, tetapi tetap berpijak kuat pada kepentingan nasional. Inilah yang saya sebut sebagai nasionalisme baru, yaitu kemampuan untuk berkompetisi di tingkat dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” katanya.
Ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari rivalitas geopolitik dan geoekonomi, disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga perubahan struktur demografi dunia.
“Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan posisi geografis yang sangat strategis. Tantangan kita adalah memastikan seluruh potensi tersebut dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” tegasnya.
Menurut Ace Hasan, Indonesia membutuhkan Ketahanan Nasional yang kuat sebagai fondasi pembangunan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Perkuat Mutu Akademik dan Reputasi Global
Dalam pidatonya, Rektor UNAS juga memaparkan sejumlah capaian institusi sepanjang Tahun Akademik 2025/2026. Program Studi Ilmu Komunikasi dan Agroteknologi berhasil meraih predikat Unggul, sementara Program Studi Hukum memperoleh predikat Baik Sekali.
Baca juga : Wisuda Universitas Trilogi: Konsisten Hasilkan SDM Unggul Berdaya Saing Global
UNAS juga dipercaya sebagai perguruan tinggi pembina Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi 10 perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah III serta masuk dalam 10 perguruan tinggi terbaik dari 236 perguruan tinggi di wilayah tersebut dalam konsistensi pelaksanaan penjaminan mutu.
Pada 2025, Universitas Nasional menambah tiga guru besar dan 10 lektor kepala sebagai bagian dari penguatan sumber daya akademik.
Dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah, produktivitas dosen dan mahasiswa terus meningkat. Publikasi ilmiah mencapai 1.749 artikel pada 2024, 679 artikel pada 2025, dan 101 artikel hingga Maret 2026. Sementara publikasi pada jurnal internasional bereputasi Scopus dan Web of Science mencapai 142 artikel pada 2024, 108 artikel pada 2025, dan 22 artikel hingga Maret 2026.
Produktivitas buku dosen meningkat dari 121 buku pada 2024 menjadi 142 buku pada 2025. Sedangkan capaian Hak Kekayaan Intelektual (HKI) meningkat dari 41 HKI menjadi 123 HKI pada periode yang sama.
Pada 2026, UNAS juga memperoleh hibah penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi senilai lebih dari Rp2 miliar serta pendanaan eksternal lebih dari Rp 3,5 miliar dari berbagai mitra strategis nasional dan internasional.
Dalam penguatan reputasi global, UNAS menjalin kerja sama dengan 42 universitas mitra internasional, termasuk 20 perguruan tinggi yang masuk 200 besar dunia berdasarkan QS World University Rankings by Subject. Sepanjang 2025, UNAS juga menyelenggarakan tujuh konferensi internasional serta berbagai program kolaborasi global seperti joint research, joint publication, visiting professor, dan international workshop.
Penghargaan Publikasi Terbaik
Pada momentum wisuda ini, Universitas Nasional juga memberikan Penghargaan Publikasi Terbaik Tahun 2025 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Nasional Nomor 81 Tahun 2026.
Penghargaan The Best Publication diberikan kepada Prof. Agung Triayudi atas artikel ilmiah yang terbit pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 Informatics in Medicine Unlock.
Sementara penghargaan nomine diberikan kepada Prof. Edi Sugiono, Fahamsyah Hamdan Latief, Ph.D., dan Prof. Retno Widowati atas publikasi pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1.
Selain itu, sejumlah lulusan terbaik dari berbagai fakultas turut menerima penghargaan atas prestasi akademik selama menempuh pendidikan di Universitas Nasional. Mereka mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif hampir sempurna, bahkan beberapa di antaranya meraih IPK 4,00.
Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026 menjadi momentum penting bagi Universitas Nasional dalam memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan unggul, adaptif, berintegritas, dan memiliki daya saing global. Dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan kepedulian terhadap masyarakat, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.