RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur Jakarta Prof. Dr. Faisal Santiago menegaskan, meningkatnya kompleksitas persoalan hukum di era digital telah mengubah cara masyarakat memilih perguruan tinggi. Gelar akademik kini tidak lagi menjadi satu-satunya pertimbangan. Calon mahasiswa semakin memperhatikan kualitas institusi, akreditasi, kompetensi lulusan, jejaring internasional, hingga peluang pengembangan karier setelah lulus.
Kondisi tersebut mendorong Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Borobudur terus menjadi salah satu tujuan utama masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia menjelang dimulainya Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada 12 September 2026. "Kepercayaan masyarakat kepada Program Pascasarjana Universitas Borobudur dibangun melalui kualitas yang kami jaga secara konsisten," ujarnya, di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Program Magister Ilmu Hukum memperoleh Akreditasi Unggul dengan nilai 367 dan Program Doktor Ilmu Hukum meraih nilai 375. Universitas Borobudur juga telah memperoleh Akreditasi Unggul sebagai institusi.
"Capaian tersebut menjadi jaminan bahwa proses pendidikan, tata kelola, hingga kualitas lulusan telah memenuhi standar terbaik yang ditetapkan pemerintah," ujar Prof. Faisal.
Persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif membuat kualitas perguruan tinggi menjadi faktor yang semakin menentukan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah lulusan pendidikan tinggi terus meningkat setiap tahun, sementara kebutuhan tenaga profesional yang memiliki kompetensi khusus berkembang jauh lebih cepat seiring transformasi digital, berkembangnya ekonomi berbasis teknologi, meningkatnya investasi, serta lahirnya berbagai regulasi baru yang membutuhkan ahli hukum dengan kemampuan multidisiplin.
Baca juga : Dwi Nugroho Tawarkan Konstruksi Hukum Baru Hadapi Kejahatan Berbasis AI
Dalam kondisi tersebut, akreditasi program studi dan institusi menjadi indikator penting yang semakin diperhatikan oleh dunia usaha, lembaga pemerintah, kantor hukum, perusahaan multinasional, maupun lembaga peradilan ketika melakukan rekrutmen maupun promosi jabatan.
Prof. Faisal menegaskan, masyarakat harus teliti sebelum menentukan pilihan. Pastikan program studi dan institusi perguruan tinggi memiliki akreditasi yang jelas melalui BAN-PT.
"Universitas Borobudur menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang seluruh jenjang Program Studi Ilmu Hukumnya, mulai S1, S2 hingga S3, telah berstatus Unggul, ditambah akreditasi institusi yang juga Unggul. Hal ini memberikan kepastian kualitas bagi setiap mahasiswa maupun lulusannya," terangnya.
Keunggulan tersebut diperkuat dengan kurikulum yang terus diperbarui mengikuti perkembangan hukum nasional maupun internasional. Mahasiswa Magister Ilmu Hukum memperoleh tambahan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai peminatannya, yaitu Hukum Bisnis, Hukum Pidana, dan Hukum Kesehatan.
Sertifikasi tersebut menjadi nilai tambah karena lulusan memiliki pengakuan akademik sekaligus kompetensi profesi yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Pendekatan ini juga menjawab tuntutan perkembangan profesi hukum yang kini membutuhkan kemampuan analisis terhadap persoalan investasi, perlindungan data pribadi, kecerdasan artifisial, penyelesaian sengketa bisnis, hingga tata kelola korporasi.
Baca juga : Bamsoet Dorong Pembaruan Hukum Pidana Hadapi Kejahatan Berbasis AI
"Kami ingin lulusan Universitas Borobudur memiliki keunggulan yang nyata ketika memasuki dunia kerja. Gelar akademik harus diikuti kompetensi yang terukur melalui sertifikasi BNSP sehingga lulusan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pendidikan hukum harus menghasilkan pemikir sekaligus praktisi yang mampu menjawab berbagai tantangan hukum modern," jelas Prof. Faisal.
Internasionalisasi pendidikan menjadi salah satu kekuatan utama Pascasarjana Universitas Borobudur. Sejak bergabung sebagai anggota International Association of Law Schools (IALS) pada 2015, kerja sama akademik terus diperluas melalui program international lecturing dan kolaborasi riset bersama berbagai perguruan tinggi kelas dunia, seperti Leiden University dan Utrecht University di Belanda, Kansai Gaidai University di Jepang, Hankuk University dan Youngsan University di Korea Selatan, serta Thammasat University di Thailand.
Pada 2 November 2026, Universitas Borobudur kembali akan menyelenggarakan international lecturing di Utrecht University dan Leiden University serta kunjungan akademik ke Euronext sebagai bagian dari penguatan wawasan hukum bisnis internasional.
Prof. Faisal menegaskan, mahasiswa harus memiliki perspektif global karena tantangan hukum saat ini telah melintasi batas negara. Perdagangan internasional, investasi, kecerdasan artifisial, keamanan siber hingga perlindungan data pribadi membutuhkan pemahaman yang luas. "Melalui jejaring internasional, mahasiswa memperoleh pengalaman akademik yang setara dengan kampus-kampus terbaik dunia," ucapnya.
Budaya akademik yang kuat juga dibangun melalui penyelenggaraan International Conference setiap semester sebagai wadah publikasi karya ilmiah mahasiswa dan dosen pada jurnal internasional bereputasi. Tahun 2026, konferensi internasional dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus dan 31 Oktober. Universitas Borobudur juga dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi XI Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan Indonesia (APHK) pada 15–16 Oktober 2026 yang akan mempertemukan akademisi, hakim, advokat, jaksa, peneliti, serta praktisi hukum dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga negara untuk membahas berbagai isu strategis hukum nasional.
Baca juga : Bamsoet Dorong Perkuat Implementasi Perlindungan Hak Pendidikan Difabel
Universitas Borobudur membangun budaya akademik yang menempatkan riset sebagai fondasi utama pendidikan pascasarjana. Mahasiswa didorong aktif menghasilkan publikasi ilmiah yang memberikan solusi terhadap persoalan hukum di Indonesia.
"Dengan dukungan dosen-dosen terbaik, fasilitas Hukumonline Corner, sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018, serta kepercayaan pemerintah melalui program beasiswa LPDP maupun beasiswa dosen Kemendikbud, kami optimistis Universitas Borobudur akan terus menjadi rujukan utama pendidikan tinggi hukum di Indonesia," tutup Prof. Faisal Santiago.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.