BREAKING NEWS
 

Dinamika Pemanfaatan AI di Dunia Farmasi

Writer : Delviyanti
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 15 September 2026 19:48 WIB
Ilustrasi pemanfaatan AI dalam dunia farmasi (Gambar dibuat oleh AI)

Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat Artificial Intelligence (AI) mulai digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Dunia farmasi menjadi salah satu bidang yang ikut merasakan perubahan tersebut. Menurut saya, masuknya AI ke dunia farmasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk mengolah data dalam jumlah besar dan menemukan pola yang sulit dilakukan secara manual. Kemampuan tersebut dapat memberikan peluang baru dalam penelitian, pengembangan obat, formulasi, produksi, hingga pengelolaan data farmasi.

Selama ini, proses menghasilkan suatu obat baru bukanlah pekerjaan yang sederhana. Peneliti harus melewati berbagai tahapan mulai dari menentukan target, menemukan kandidat senyawa, melakukan pengujian, mengoptimalkan kandidat, sampai memastikan keamanan dan efektivitasnya. Proses tersebut dapat membutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang besar. AI dapat digunakan untuk membantu mempersempit pilihan dan menentukan kandidat yang lebih potensial untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa AI dan machine learning mulai digunakan dalam berbagai tahapan drug discovery dan drug development.

AI sebagai Pendukung Penemuan Obat

Salah satu manfaat AI yang paling besar dalam bidang farmasi adalah kemampuannya membantu proses penemuan obat. AI dapat digunakan untuk menganalisis data mengenai senyawa, target biologis, penyakit, maupun interaksi obat. Dari data tersebut, sistem dapat membantu memberikan prediksi mengenai kandidat yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan.

Hal ini menarik karena peneliti tidak harus memulai seluruh proses dari percobaan secara acak. AI dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai kandidat yang lebih menjanjikan. Dengan demikian, waktu dan sumber daya dapat digunakan secara lebih efisien. Namun, hasil dari AI tidak boleh langsung dianggap sebagai hasil akhir. Prediksi yang dihasilkan tetap harus dibuktikan melalui penelitian dan pengujian laboratorium. Pandey et al. (2025) juga menunjukkan bahwa AI mempunyai peluang besar dalam drug discovery dan desain produk farmasi, tetapi masih terdapat tantangan terkait data dan validasi. 

Baca juga : AI Mulai Mengubah Dunia Farmasi

Manfaat dalam Pengembangan Produk Farmasi

Pemanfaatan AI juga dapat dikembangkan dalam bidang formulasi. Dalam pembuatan sediaan farmasi, peneliti perlu mempertimbangkan banyak hal, seperti jenis bahan aktif, eksipien, konsentrasi, proses pembuatan, stabilitas, dan karakteristik produk. Banyaknya kombinasi tersebut dapat membuat proses formulasi membutuhkan banyak percobaan.

AI dapat menjadi alat bantu untuk memilih beberapa kemungkinan formulasi sebelum dilakukan pengujian. Dengan cara tersebut, pekerjaan peneliti dapat menjadi lebih terarah. AI bukan berarti menghilangkan proses percobaan, tetapi membantu menentukan percobaan mana yang lebih layak diprioritaskan. Penelitian mengenai AI dalam pengembangan produk farmasi juga menunjukkan bahwa teknologi ini berpotensi membantu proses desain dan optimasi produk.

Adsense

AI Tidak Berarti Menggantikan Tenaga Farmasi

Walaupun AI mempunyai banyak kelebihan, saya berpendapat bahwa tenaga farmasi tetap memiliki peranan yang sangat penting. AI bekerja berdasarkan data dan pola yang diberikan kepadanya. Jika data yang digunakan tidak lengkap, tidak sesuai, atau memiliki bias, hasil yang diberikan juga dapat bermasalah.

Baca juga : AI Tingkatkan Efisiensi dan Tanggung Jawab Profesional di Bidang Farmasi

Hal ini menjadi sangat penting dalam bidang farmasi karena keputusan yang diambil dapat berhubungan dengan keamanan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, hasil AI perlu diperiksa oleh tenaga yang memiliki kompetensi. AI dapat memberikan rekomendasi, tetapi keputusan akhir tetap membutuhkan pertimbangan manusia.

Menurut saya, justru kemampuan untuk bekerja bersama AI akan menjadi salah satu keterampilan yang penting bagi tenaga farmasi di masa depan. Mahasiswa farmasi tidak harus menjadi ahli pemrograman, tetapi perlu memahami bagaimana AI digunakan, apa manfaatnya, dan apa keterbatasannya. Dengan begitu, AI dapat digunakan secara kritis dan tidak hanya diterima begitu saja.

Tantangan dalam Pemanfaatan AI

Selain manfaat, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kualitas data. AI membutuhkan data yang cukup dan berkualitas agar dapat menghasilkan prediksi yang baik. Tantangan lainnya adalah validasi, transparansi hasil, keamanan data, serta kebutuhan untuk menyesuaikan penggunaan AI dengan aturan yang berlaku.

Penelitian mengenai AI dalam industri farmasi menunjukkan bahwa teknologi ini memang dapat meningkatkan efisiensi dalam penelitian dan pengembangan, tetapi penerapannya tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi yang tepat. 

Baca juga : Revolusi Senyap di Balik Resep: Menimbang Peluang dan Etika AI di Dunia Farmasi

AI sebaiknya dipandang sebagai partner kerja bagi manusia, bukan sebagai pengganti manusia. AI mempunyai keunggulan dalam kecepatan mengolah data, sedangkan manusia mempunyai kemampuan untuk memahami konteks, mempertimbangkan aspek etika, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan dan tanggung jawab profesional.

Jika keduanya dapat dikombinasikan dengan baik, dunia farmasi dapat memperoleh banyak manfaat. Penelitian dapat menjadi lebih terarah, proses pengembangan obat dapat menjadi lebih efisien, dan data yang sangat besar dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Namun, penggunaan AI harus tetap mengutamakan keamanan, mutu, validasi, dan kepentingan pasien.

Pada akhirnya, menurut saya keberhasilan pemanfaatan AI dalam dunia farmasi bukan hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi juga oleh bagaimana manusia menggunakannya. AI yang digunakan tanpa pengawasan dapat menimbulkan risiko, tetapi AI yang digunakan bersama pengetahuan dan tanggung jawab tenaga farmasi dapat menjadi peluang besar untuk membawa dunia farmasi menuju perkembangan yang lebih modern dan efisien.

Daftar Rujukan

  1. Kant, S., Deepika, & Roy, S. (2025). Artificial intelligence in drug discovery and development: transforming challenges into opportunities. Discover Pharmaceutical Sciences, 1, 7. 
  2. Pandey, B. S., Durgapal, S., Kumar, P., et al. (2025). Unraveling the artificial intelligence role in drug discovery and pharmaceutical product design: an opportunity and challenges. Discover Artificial Intelligence, 5, 72. 
  3. Fu, C., & Chen, Q. (2025). The future of pharmaceuticals: Artificial intelligence in drug discovery and development. Journal of Pharmaceutical Analysis, 15(8), 101248. 
  4. Saini, J. P., Thakur, A., & Yadav, D. (2025). AI-driven innovations in pharmaceuticals: optimizing drug discovery and industry operations. RSC Pharmaceutics, 2, 437–454.
  5. Mannan, A., Nousheen, Z., & Rasheed, T. (2025). A Study on the Potential Applications of Artificial Intelligence (AI) from Drug Discovery to Product Development. Journal of Pharmaceutical Research International, 37(6), 11–27. 
  6. Bharath, E., Thilagavathi, T. S., Jeeva, D., Anbazhagan, S., & Vadivel, S. A. (2025). Advances in Artificial Intelligence for Drug Discovery and Development: A Review of Current Trends and Applications. Asian Journal of Pharmaceutical Research and Development, 13(2), 67–78.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense