BREAKING NEWS
 

AI dalam Penemuan, Desain dan Pengembangan Obat di Dunia Farmasi

Writer : Monica Stefania Sianturi
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 16 September 2026 20:57 WIB
AI membantu pekerjaan Apoteker

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Hampir setiap bidang mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan efisiensi pekerjaan, termasuk bidang kesehatan. Salah satu teknologi yang berkembang sangat pesat adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Saat ini, AI tidak lagi hanya menjadi bagian dari film fiksi ilmiah, tetapi telah mulai digunakan dalam berbagai kegiatan penelitian dan pelayanan kesehatan.

Masuknya AI ke dunia farmasi merupakan suatu perkembangan yang tidak dapat dihindari. Dunia farmasi memiliki hubungan yang sangat erat dengan data, mulai dari data struktur kimia obat, hasil penelitian, data pasien, informasi resep, efek samping obat, hingga data produksi industri farmasi. Banyaknya data tersebut membuat AI memiliki peluang besar untuk membantu tenaga kefarmasian dalam mengolah dan menganalisis informasi.

AI dalam Penemuan Obat

Salah satu pemanfaatan AI yang paling menarik adalah dalam proses penemuan obat atau drug discovery. Penemuan obat merupakan proses yang panjang, kompleks, dan membutuhkan biaya besar. Peneliti harus melewati berbagai tahapan untuk menemukan senyawa yang memiliki aktivitas farmakologis, kemudian menguji keamanan dan efektivitasnya.

AI dapat membantu mempercepat proses tersebut dengan menganalisis data dalam jumlah besar. Machine learning, sebagai salah satu bagian dari AI, dapat digunakan untuk mempelajari hubungan antara struktur molekul dengan aktivitas biologis.

Carracedo-Reboredo et al. (2021) menjelaskan bahwa berbagai pendekatan machine learning telah digunakan dalam penemuan obat. AI dapat membantu mengidentifikasi pola dari data yang sangat kompleks dan membantu peneliti memilih kandidat yang lebih potensial.

Kemampuan tersebut dapat mengubah cara penelitian obat dilakukan. Peneliti tidak harus memulai seluruh proses dari nol. Data penelitian sebelumnya dapat digunakan untuk membantu memprediksi kandidat yang kemungkinan memiliki karakteristik yang diinginkan.

AI dalam Desain dan Pengembangan Obat

Baca juga : Mampukah AI Menggantikan Peran Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian

Selain membantu menemukan kandidat obat, AI juga dapat digunakan dalam desain molekul. Teknologi AI dapat membantu memprediksi sifat suatu senyawa, termasuk kemungkinan aktivitas biologis, toksisitas, dan karakteristik tertentu yang penting dalam pengembangan obat.

Hal ini memberikan peluang besar bagi para peneliti. Jumlah senyawa yang dapat dipelajari sangat banyak, sementara kemampuan manusia untuk menguji semua kemungkinan tentu terbatas. Dengan AI, peneliti dapat memprioritaskan senyawa yang dianggap paling menjanjikan.

Namun, ada hal yang harus diperhatikan. Senyawa yang terlihat bagus berdasarkan prediksi komputer belum tentu dapat digunakan sebagai obat. Senyawa tersebut mungkin sulit dibuat, tidak stabil, memiliki toksisitas, atau tidak dapat memberikan efek yang diharapkan pada manusia. Oleh karena itu, hasil AI harus tetap diverifikasi.

Menurut saya, hubungan antara AI dan peneliti dapat diibaratkan seperti hubungan antara kalkulator dan ahli matematika. Kalkulator dapat melakukan perhitungan dengan cepat, tetapi manusia tetap harus menentukan persoalan apa yang perlu dihitung dan bagaimana hasil tersebut digunakan.

AI dalam Pelayanan Kefarmasian

Penggunaan AI dalam pelayanan kefarmasian merupakan salah satu aspek yang paling dekat dengan kehidupan pasien. Apoteker setiap hari berhadapan dengan resep, obat, dosis, interaksi, kontraindikasi, alergi, dan berbagai informasi lainnya. Jumlah informasi tersebut dapat menjadi sangat banyak, terutama ketika pasien menggunakan banyak obat sekaligus.

AI dapat membantu menganalisis informasi tersebut dan memberikan peringatan apabila terdapat potensi masalah. Misalnya, sistem dapat membantu mendeteksi kemungkinan interaksi antara obat yang diberikan kepada pasien. Hal tersebut dapat membantu meningkatkan keamanan penggunaan obat.

Adsense

Namun, apoteker tetap harus melakukan penilaian. Tidak semua interaksi obat memiliki tingkat kepentingan yang sama. Apoteker perlu melihat kondisi pasien secara keseluruhan. Oleh karena itu, AI sebaiknya menjadi sistem pendukung keputusan, bukan pengambil keputusan.

Baca juga : Penerapan AI dalam Dunia Farmasi

Apakah AI Akan Menggantikan Apoteker?

Ini merupakan salah satu pertanyaan terbesar sejak AI mulai berkembang dalam bidang kesehatan. Banyak orang khawatir bahwa AI akan membuat profesi tertentu menjadi tidak dibutuhkan.

Menurut saya, AI mungkin akan menggantikan beberapa jenis pekerjaan, tetapi tidak akan sepenuhnya menggantikan profesi apoteker. Pekerjaan yang bersifat rutin dan administratif memang memiliki kemungkinan untuk semakin banyak dilakukan secara otomatis. Namun, profesi apoteker tidak hanya terdiri dari pekerjaan administratif. Apoteker berkomunikasi dengan pasien. Apoteker memberikan konseling. Apoteker menjelaskan penggunaan obat. Apoteker mempertimbangkan kondisi pasien. Apoteker bekerja sama dengan dokter dan tenaga kesehatan lain.

Hal-hal tersebut membutuhkan komunikasi, empati, dan pertimbangan profesional. AI dapat memberikan informasi, tetapi belum tentu mampu memahami kondisi emosional pasien.

Peluang Indonesia dalam Pemanfaatan AI

Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan AI di bidang farmasi. Indonesia memiliki banyak perguruan tinggi, industri farmasi, tenaga kesehatan, serta kekayaan biodiversitas. Menurut saya, peluang tersebut harus dimanfaatkan.

AI dapat digunakan untuk penelitian obat dari bahan alam Indonesia. AI dapat digunakan untuk membantu pengembangan obat. AI dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian. AI juga dapat digunakan dalam pendidikan farmasi.

Namun, semua itu membutuhkan kolaborasi antara apoteker, ilmuwan farmasi, dokter, ahli teknologi informasi, ahli data, pemerintah, dan industri. Kolaborasi tersebut sangat penting agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya canggih, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan nyata.

Baca juga : Menjadi Apoteker di Era AI: Siapkah Kita Beradaptasi Menuju Era Digital?

Kesimpulan

Masuknya kecerdasan buatan ke dunia farmasi merupakan suatu perubahan besar yang menurut saya tidak dapat dihindari. AI memiliki peluang untuk membantu hampir seluruh aspek farmasi, mulai dari penemuan obat, pengembangan formulasi, industri, pengendalian mutu, farmakovigilans, pelayanan kefarmasian, hingga pendidikan.

AI dapat membantu manusia bekerja lebih cepat dan menganalisis data dalam jumlah besar. Dalam penemuan obat, AI dapat membantu menemukan kandidat potensial. Dalam industri, AI dapat meningkatkan efisiensi dan membantu pengendalian proses. Dalam pelayanan kefarmasian, AI dapat membantu apoteker mengidentifikasi potensi masalah terkait obat.

Daftar Pustaka

Abdel Aziz, M. H., Rowe, C., Southwood, R., Nogid, A., Berman, S., & Gustafson, K. (2024). A scoping review of artificial intelligence within pharmacy education. American Journal of Pharmaceutical Education, 88(1), 100615 

Carracedo-Reboredo, P., Liñares-Blanco, J., Rodríguez-Fernández, N., Cedrón, F., Novoa, F. J., Carballal, A., Maojo, V., Pazos, A., & Fernández-Lozano, C. (2021). A review on machine learning approaches and trends in drug discovery. Computational and Structural Biotechnology Journal, 19, 4538–4558.

Huanbutta, K., Burapapadh, K., Kraisit, P., Sriamornsak, P., Ganokratanaa, T., Suwanpitak, K., & Sangnim, T. (2024). Artificial intelligence-driven pharmaceutical industry: A paradigm shift in drug discovery, formulation development, manufacturing, quality control, and post-market surveillance. European Journal of Pharmaceutical Sciences, 203, 106938.

Mullowney, M. W., Duncan, K. R., Elsayed, S. S., Garg, N., van der Hooft, J. J. J., Martin, N. I., et al. (2023). Artificial intelligence for natural product drug discovery. Nature Reviews Drug Discovery, 22, 895–916.

Stegmann, J. U., Littlebury, R., Trengove, M., Goetz, L., Bate, A., & Branson, K. M. (2023). Trustworthy AI for safe medicines. Nature Reviews Drug Discovery, 22, 855–856.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense