RM.id Rakyat Merdeka - Upaya membangun sekolah hijau tidak hanya diwujudkan melalui penambahan ruang terbuka dan vegetasi, tetapi juga melalui pengelolaan sanitasi, air limbah, serta peningkatan literasi lingkungan bagi seluruh warga sekolah.
Berangkat dari gagasan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Trisakti dengan pendanaan BIMA Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaksanakan program bertajuk “Pemberdayaan Sekolah dalam Mewujudkan Sekolah Hijau Berbasis Nature-Based Solution untuk Peningkatan Literasi Lingkungan” di SMAN 90 Jakarta.
Program PkM BIMA 2026 ini diketuai oleh Sheilla Megagupita Putri Marendra, dosen Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti. Kegiatan melibatkan Sarah Aphirta dari Teknik Lingkungan dan Olivia Seanders dari Arsitektur Lanskap Universitas Trisakti. Kegiatan juga melibatkan tiga mahasiswa Teknik Lingkungan, yaitu Chintami Rahma Ayu, Abimanyu Witjaksono Soerjadi, dan Noi Galuh Tjandra Kirana.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Juli hingga Desember 2026. Selama periode pelaksanaan program, Tim PkM melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari survei awal terhadap kondisi sekolah, antara lain area kantin, drainase, lokasi potensial penerapan constructed wetland, serta area yang dapat dikembangkan untuk kegiatan urban farming. Hasil survei menjadi dasar penyusunan intervensi dan materi edukasi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Baca juga : Tim Universitas Trisakti Kembangkan Eco-Wrapper di Desa Ciambar, Sukabumi
Menurut Ketua Tim PkM, Sheilla Megagupita Putri Marendra, kegiatan ini diarahkan agar penerapan teknologi lingkungan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas fisik. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa.
“Mereka tidak hanya mengetahui konsep pengelolaan lingkungan secara teori, tetapi juga dapat melihat bagaimana air limbah dikelola, bagaimana tanaman memiliki fungsi ekologis, hingga bagaimana teknologi sederhana dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (19/8/2026).
Salah satu bagian penting dalam kegiatan PkM adalah edukasi mengenai sanitasi sekolah, yang disampaikan oleh Sarah Aphirta, dosen Teknik Lingkungan Universitas Trisakti. Materi diarahkan pada peningkatan pemahaman warga sekolah mengenai pentingnya menjaga sanitasi, pengelolaan air limbah domestik, serta pencegahan pencemaran lingkungan dari aktivitas sehari-hari di sekolah.
Pada area kantin, tim memperkenalkan fungsi grease trap sebagai unit awal pengolahan air limbah. Grease trap digunakan untuk membantu memisahkan minyak, lemak, serta padatan yang berasal dari aktivitas pencucian sebelum air dialirkan menuju unit pengolahan berikutnya. Warga sekolah juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeliharaan grease trap secara rutin.
Baca juga : Universitas Trisakti Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pesantren Daarul ‘Uluum Lido
Salah satu penerapan utama dalam program ini adalah pembangunan constructed wetland sebagai teknologi pengolahan air berbasis proses alami. Sistem wetland dirancang menggunakan bak fiberglass dengan susunan berbagai media penyaring dan tanaman. Air didistribusikan melalui jaringan perpipaan untuk selanjutnya melewati lapisan media seperti kerikil, pasir, tanah berpasir, kompos, dan material organik. Tanaman dan media yang digunakan menjadi bagian dari proses penyaringan sekaligus menghadirkan unsur penghijauan di lingkungan sekolah. Tidak sekadar memasang fasilitas, tim PkM juga memberikan pelatihan mengenai pengoperasian dan pemeliharaan wetland serta pengenalan terhadap pengujian kualitas air.
Aspek penghijauan dalam program diperkuat melalui kegiatan urban farming yang disampaikan oleh Olivia Seanders dosen Arsitektur Lanskap Universitas Trisakti. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada pemanfaatan ruang terbatas di lingkungan sekolah untuk budidaya tanaman. Urban farming tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan menanam, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran mengenai fungsi vegetasi, pemanfaatan ruang secara produktif, serta hubungan antara lingkungan hijau dan kualitas kawasan sekolah.
Agar proses edukasi terus berlangsung setelah program PkM selesai, tim juga mengembangkan Eco-Corner atau Pojok Edukasi Lingkungan. Eco-Corner dirancang memuat berbagai informasi mengenai cara kerja wetland, urban farming, grease trap, sanitasi sekolah, prosedur perawatan wetland dan urban farming, serta dokumentasi kegiatan PkM BIMA. Selain itu, program juga dilengkapi dengan penyusunan buku saku sebagai media edukasi yang dapat digunakan oleh warga sekolah.
Kepala SMAN 90 Jakarta, Dra. Siti Maemunah, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Trisakti atas pelaksanaan program pengabdian masyarakat tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, khususnya dalam memahami persoalan lingkungan dan upaya penyelesaiannya.
Baca juga : Universitas Trisakti Gelar PkM Bima Kemdiktisaintek 2026 di Desa Ciambar Sukabumi
Pihak sekolah berharap teknologi dan fasilitas yang diberikan melalui program tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan sekolah maupun sebagai media pembelajaran bagi para siswa.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan lingkungan secara nyata. Kegiatan PkM tidak berhenti pada tahap pelatihan. Hingga Desember 2026, Tim Universitas Trisakti akan terus melakukan pendampingan operasional, monitoring, dan evaluasi bersama mitra untuk memastikan teknologi yang telah diterapkan dapat dimanfaatkan secara optimal serta mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekolah.
Tim PkM Hibah BIMA Universitas Trisakti menyampaikan terima kasih kepada SMAN 90 Jakarta, khususnya Kepala Sekolah, beserta seluruh guru dan siswa, atas dukungan, keterbukaan, dan partisipasi selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Tim juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, atas dukungan pendanaan kegiatan melalui Kontrak DPPM Kemendiktisaintek dengan LLDIKTI Wilayah III Nomor 206/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026, Kontrak LLDIKTI Wilayah III dengan Universitas Trisakti Nomor 0708/LL3/DT.06.01/2026 tanggal 27 April 2026, serta Kontrak antara Universitas Trisakti dengan Penerima Hibah PkM Nomor 793/A/LPPM/USAKTI/IV/2026 tanggal 28 April 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.