Dark/Light Mode

Dukung Ekonomi Sirkular

Universitas Trisakti Kembangkan Sistem Budidaya Maggot dan Lele di Depok

Senin, 3 Agustus 2026 13:38 WIB
Tim PkM Universitas Trisakti melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Paguyuban Daur Bumi Mutiara Sentosa Depok, Depok, Jawa Barat. (Foto: Dok. Universitas Trisakti)
Tim PkM Universitas Trisakti melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Paguyuban Daur Bumi Mutiara Sentosa Depok, Depok, Jawa Barat. (Foto: Dok. Universitas Trisakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Trisakti melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui Program Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026, di Paguyuban Daur Bumi Mutiara Sentosa Depok, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Program ini dilaksanakan secara bertahap mulai Mei hingga November 2026 melalui kegiatan sosialisasi, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi untuk membangun sistem pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.

Program bertajuk "Pemberdayaan Paguyuban Daur Bumi Mutiara Sentosa Depok melalui Inovasi Sistem Budidaya Maggot dan Lele Berkelanjutan untuk Mendukung Ekonomi Sirkular" diketuai oleh Ratna Mira Yojana, dengan anggota Catur Rahayu Martiningtiyas, Elfira Febriani Harahap, dan Muhammad Farhan. Program ini juga melibatkan dua mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, yaitu Rysma Yuliana dan Timotius Yonatan. Keduanya berperan aktif dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dokumentasi, serta monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari implementasi pembelajaran di luar kampus.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat. Meskipun Paguyuban Daur Bumi Mutiara Sentosa Depok telah mengembangkan budidaya maggot sebagai upaya mengurangi sampah organik rumah tangga, berbagai kendala masih dihadapi. Antara lain rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan sarana pendukung, rendahnya nilai tambah maggot, serta belum terintegrasinya budidaya maggot dan lele dalam satu sistem yang berkelanjutan.

Baca juga : IPB: Ekonomi Sirkular Sawit Bisa Dongkrak Nilai Biomassa hingga 9 Kali

Menjawab kondisi tersebut, Tim PkM Universitas Trisakti mengembangkan sistem pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pemilahan sampah rumah tangga, budidaya maggot, pemanfaatan maggot sebagai pakan lele, hingga pendampingan pengelolaan dan pemasaran hasil budidaya. 

Selama periode pelaksanaan program, Tim PkM melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD), penyediaan teknologi tepat guna berupa kotak budidaya maggot, wadah pemilahan sampah organik, mesin pengering maggot, pembangunan kolam budidaya lele, hingga pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat.

Puncak kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 1–2 Agustus 2026, meliputi pelatihan pemilahan sampah organik berbasis maggot, budidaya lele dengan pakan maggot, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan operasional sistem budidaya terpadu. Kegiatan ini turut menghadirkan praktisi di bidang budidaya lele dan pengelolaan sampah sebagai narasumber untuk memperkuat kapasitas masyarakat. 

Baca juga : IDSurvey Dan Danantara Kolaborasi Kelola Sampah

Ketua Tim PkM, Ratna Mira Yojana, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi hasil penelitian dan pengabdian Universitas Trisakti dalam bidang pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang diterapkan secara langsung kepada masyarakat.

"Melalui program ini kami ingin menunjukkan bahwa sampah organik bukan lagi menjadi beban lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang memberikan nilai ekonomi. Dengan mengintegrasikan pemilahan sampah, budidaya maggot, budidaya lele, serta pendampingan pemasaran, kami berharap masyarakat mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan," ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (3/8/2026).

Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah sampah organik yang terolah, memperkuat partisipasi warga, meningkatkan nilai tambah hasil budidaya maggot, serta membangun model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di kawasan permukiman lainnya. 

Baca juga : Universitas Trisakti Latih UMKM di Menes Manfaatkan Limbah Kulit Melinjo Jadi Aneka Pasta

Kegiatan PkM tidak berhenti pada tahap pelatihan. Hingga November 2026, Tim Universitas Trisakti akan terus melakukan pendampingan operasional, monitoring, dan evaluasi bersama mitra untuk memastikan teknologi yang telah diterapkan dapat dimanfaatkan secara optimal serta mampu mendukung keberlanjutan sistem pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat. 

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat, Program Hibah BIMA Universitas Trisakti diharapkan menjadi contoh implementasi teknologi tepat guna yang tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan timbulan sampah organik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.