BREAKING NEWS
 

Menjaga Pola Makan di Tengah Tren Kuliner

Writer : IKM8 UINSU Stambuk 2026L
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 21 September 2026 18:52 WIB
Ilustrasi menjaga pola makan di tengah tren kuliner. (Gambar dibuat dengan AI)

Perkembangan tren kuliner saat ini berlangsung sangat cepat. Berbagai jenis makanan dan minuman baru dapat dengan mudah ditemukan melalui media sosial, restoran, maupun layanan pesan-antar. Makanan dengan tampilan menarik, rasa yang unik, dan harga yang terjangkau sering kali membuat masyarakat tertarik untuk mencobanya.

Kondisi tersebut sebenarnya tidak menjadi masalah selama dikonsumsi secara bijak. Namun, kebiasaan mengikuti tren kuliner tanpa memperhatikan kandungan gizi dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang. Oleh karena itu, menjaga pola makan tetap sehat merupakan hal penting di tengah banyaknya pilihan makanan yang tersedia.

Pola makan yang baik bukan berarti seseorang harus menghindari seluruh makanan yang sedang populer. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan keseimbangan, keberagaman, dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, memperbanyak sayur dan buah, memilih sumber protein yang baik, serta membatasi makanan yang terlalu manis, asin, dan berlemak (Kementerian Kesehatan, 2014). Dengan demikian, seseorang tetap dapat menikmati makanan yang sedang tren, tetapi tidak menjadikannya sebagai makanan utama secara terus-menerus.

Baca juga : Nyamuk Kecil Ancaman Besar : Pentingnya Penerapan 3M Plus Dalam Pencegahan DBD

Salah satu tantangan dalam mengikuti tren kuliner adalah tingginya konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula, garam, serta lemak dalam jumlah berlebihan. Makanan dan minuman tersebut biasanya memiliki rasa yang kuat sehingga mudah disukai. Jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan tersebut dapat menggantikan makanan yang lebih bergizi dalam kehidupan sehari-hari.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pola makan sehat perlu didasarkan pada kecukupan, keseimbangan, keberagaman, dan moderasi. WHO juga menganjurkan konsumsi buah dan sayuran yang cukup serta membatasi asupan gula bebas dan garam (WHO, 2026). Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan kandungan makanan, bukan hanya rasa dan tampilannya.

Menjaga pola makan di tengah tren kuliner dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana. Sebelum membeli makanan, seseorang dapat mempertimbangkan porsi, kandungan bahan, serta seberapa sering makanan tersebut dikonsumsi. Makanan yang tinggi gula atau lemak sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering; sementara itu, makanan sehari-hari perlu tetap dilengkapi dengan sumber karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Membiasakan minum air putih juga dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan terlalu sering mengonsumsi minuman dengan tambahan gula. Selain itu, membaca informasi pada kemasan dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih bijak.

Baca juga : Ketika Lingkungan Kotor Mengancam Kesehatan

Mengikuti tren kuliner bukanlah sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Mencoba makanan baru dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan selama dilakukan secara seimbang dan tidak berlebihan. Kunci utamanya adalah kemampuan memilih dan mengatur frekuensi konsumsi.

Di tengah perkembangan kuliner yang semakin beragam, masyarakat perlu menjadi konsumen yang lebih sadar terhadap makanan yang dikonsumsi. Dengan menerapkan pola makan yang beragam, seimbang, dan sesuai kebutuhan tubuh, seseorang tetap dapat menikmati tren kuliner tanpa mengabaikan kesehatan. Menjaga pola makan bukan berarti berhenti menikmati makanan, melainkan belajar menikmati makanan dengan lebih bijak.

Artikel ini ditulis oleh Wilda Rahmayani Marpaung, Luthfiah Mawar M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. dan Annisa Ardianti  Br Tarigan. Lalu diedit oleh Putri Namira, Sitti Fhadilah Pasaribu, Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, dan Aninda Listya dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense