Dark/Light Mode

Risiko Kesehatan di Balik Minuman Instan Berwarna

Kamis, 17 September 2026 20:52 WIB
Ilustrasi risiko kesehatan di balik minuman instan berwarna. (Gambar dibuat dengan Gemini)
Ilustrasi risiko kesehatan di balik minuman instan berwarna. (Gambar dibuat dengan Gemini)

Minuman instan berwarna menjadi salah satu minuman yang banyak digemari masyarakat karena praktis, mudah disajikan, dan memiliki berbagai pilihan rasa. Warna yang cerah seperti merah, kuning, hijau, atau biru juga menjadi daya tarik tersendiri karena membuat minuman terlihat lebih menarik. Namun, di balik kepraktisan dan tampilannya tersebut, masyarakat perlu memperhatikan kandungan yang terdapat di dalamnya. Terutama apabila minuman dikonsumsi terlalu sering, kandungan gula dan bahan tambahan pangan tertentu perlu menjadi perhatian agar kebiasaan tersebut tidak berdampak buruk terhadap kesehatan.

Salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan adalah kandungan gula pada minuman berpemanis. Rasa manis yang disukai banyak orang dapat membuat seseorang mengonsumsi gula dalam jumlah lebih banyak tanpa menyadarinya.

Nguyen et al. (2023) melakukan systematic review dan meta-analysis terhadap 85 artikel yang membahas hubungan konsumsi minuman berpemanis dengan berat badan pada anak dan orang dewasa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi minuman berpemanis berkaitan dengan peningkatan berat badan dan indeks massa tubuh. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Baca juga : Faktor Manusia dalam Kerja

Tidak hanya berkaitan dengan berat badan, konsumsi minuman berpemanis juga perlu diperhatikan dari sisi kesehatan gigi. Valenzuela et al. (2021) melalui systematic review dan meta-analysis terhadap 38 penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dengan peningkatan risiko karies gigi dan erosi gigi. Kandungan gula yang sering dikonsumsi dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan gigi. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga memperhatikan jenis minuman yang menjadi kebiasaan sehari-hari.

Selain gula, warna yang menarik pada minuman juga tidak terlepas dari penggunaan pewarna makanan. Pewarna digunakan untuk memberikan atau mempertahankan warna sehingga produk terlihat lebih menarik bagi konsumen. Namun, bukan berarti semua pewarna makanan berbahaya bagi kesehatan.

Amchova, Siska, dan Ruda-Kucerova (2024) dalam kajiannya mengenai keamanan pewarna makanan sintetis menjelaskan bahwa sejumlah pewarna yang telah dievaluasi oleh lembaga terkait memiliki batas asupan harian yang dapat diterima atau acceptable daily intake (ADI). Penggunaan dalam batas yang telah ditetapkan merupakan bagian penting dalam penilaian keamanan. Meskipun demikian, penelitian mengenai keamanan bahan pewarna tetap perlu dilakukan karena perkembangan bukti ilmiah dapat memberikan informasi baru.

Baca juga : Maag dan Kebiasaan Makan Tidak Teratur: Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi

Fakta tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sebaiknya tidak menilai keamanan minuman hanya berdasarkan warna atau rasanya. Kandungan gula, jenis bahan tambahan pangan, jumlah yang dikonsumsi, dan frekuensi konsumsi merupakan hal yang perlu diperhatikan. Membaca label pada kemasan dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk mengetahui kandungan gula dan komposisi suatu produk. Dengan mengetahui informasi tersebut, masyarakat dapat lebih bijak menentukan seberapa sering minuman tersebut dikonsumsi.

Mengurangi konsumsi minuman berpemanis bukan berarti harus menghindarinya sepenuhnya. Masyarakat dapat mulai membatasi frekuensi konsumsi dan menjadikan air putih sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan. Kebiasaan membaca label makanan dan minuman juga perlu ditanamkan agar masyarakat tidak hanya mempertimbangkan rasa dan tampilan produk ketika memilih minuman.

Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat, memahami kebiasaan konsumsi masyarakat merupakan hal yang penting dalam upaya meningkatkan kesadaran mengenai perilaku hidup sehat. Edukasi yang diberikan juga harus berdasarkan fakta ilmiah dan tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan.

Baca juga : Dampak Terlalu Banyak Makan Fast Food bagi Kesehatan Generasi Muda

Minuman instan berwarna tidak dapat dikatakan selalu berbahaya, tetapi konsumsi yang berlebihan tetap perlu diwaspadai. Dengan meningkatkan pengetahuan mengenai kandungan minuman dan menerapkan pola konsumsi yang lebih bijak, masyarakat dapat menikmati minuman yang disukai sekaligus tetap menjaga kesehatan.

Artikel ini ditulis oleh Nur Intan, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM10 UINSU Stambuk 2026h
IKM10 UINSU Stambuk 2026h
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.