BREAKING NEWS
 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental bagi Mahasiswa

Writer : IKM8 UINSU Stambuk 2026L
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 18 September 2026 21:37 WIB
Ilustrasi menjaha kesehatan mental (Gambar: Istimewa)

Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, kesehatan mental mahasiswa kerap luput dari perhatian. Tugas yang datang silih berganti, jadwal kuliah yang padat, tuntutan memperoleh nilai yang baik, hingga persoalan pertemanan dan keluarga dapat menjadi tekanan tersendiri. Tidak sedikit mahasiswa yang terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi sebenarnya sedang berjuang menghadapi kelelahan emosional.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan mental bukan persoalan yang dapat dianggap sepele. Sama halnya dengan kesehatan fisik, kesehatan mental perlu dijaga agar mahasiswa mampu menjalani perkuliahan, bersosialisasi, dan merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Kehidupan mahasiswa memang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya tugas menumpuk ketika waktu pengerjaan terbatas, hasil ujian tidak sesuai target, atau rencana yang telah disusun justru mengalami kegagalan. Di sisi lain, media sosial sering membuat mahasiswa tanpa sadar membandingkan dirinya dengan pencapaian orang lain. Melihat teman yang dianggap lebih sukses, lebih aktif, atau lebih berprestasi dapat menimbulkan rasa tertinggal dan tidak percaya diri.

Baca juga : Polusi Udara, Musuh Tak Kasat Mata Bagi Paru-Paru Kita

Jika tekanan tersebut terus berlangsung tanpa pengelolaan yang baik, mahasiswa dapat mengalami stres, kecemasan, sulit berkonsentrasi, kehilangan semangat belajar, hingga menarik diri dari lingkungan sekitar. Karena itu, mengenali tanda-tanda kelelahan mental sejak awal menjadi langkah penting sebelum masalah berkembang menjadi lebih berat.

Menjaga kesehatan mental sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Mahasiswa perlu belajar mengatur waktu antara kuliah, organisasi, pekerjaan, keluarga, dan kehidupan pribadi. Istirahat yang cukup juga tidak boleh dianggap sebagai pemborosan waktu karena tubuh dan pikiran membutuhkan kesempatan untuk memulihkan diri.

Melakukan olahraga ringan, menikmati hobi, berbincang dengan teman, atau sekadar mengambil waktu untuk beristirahat dapat membantu mengurangi tekanan. Selain itu, mahasiswa perlu memahami bahwa tidak semua hal harus diselesaikan sekaligus. Menentukan prioritas dan berani mengatakan tidak terhadap kegiatan yang terlalu membebani dapat menjadi cara untuk menjaga keseimbangan hidup.

Baca juga : Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Cara Pencegahannya

Dukungan dari lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Teman dan keluarga dapat menjadi tempat berbagi ketika seseorang sedang menghadapi masalah. Lingkungan kampus pun memiliki peran besar dalam menciptakan suasana yang aman dan mendukung.

Mahasiswa tidak seharusnya merasa malu ketika ingin bercerita atau meminta pertolongan. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk menjaga diri. Jika tekanan yang dirasakan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, mahasiswa dapat memanfaatkan layanan konseling kampus atau berkonsultasi dengan tenaga profesional, seperti psikolog. Dengan dukungan yang tepat, berbagai persoalan dapat dihadapi dengan lebih terarah.

Keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya diukur dari nilai yang tercantum dalam lembar hasil studi. Kemampuan menjaga diri, menghadapi tekanan, membangun hubungan yang sehat, dan tetap memiliki keseimbangan hidup juga merupakan bagian dari keberhasilan. Kampus, keluarga, dan masyarakat perlu bersama-sama membangun kesadaran bahwa kesehatan mental merupakan kebutuhan setiap mahasiswa.

Baca juga : Malam yang Salah, Hari yang Berantakan: Dampak Bergadang bagi Tubuh dan Pikiran

Dengan memberikan ruang untuk beristirahat, berbicara, dan mencari bantuan tanpa stigma, mahasiswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat dan tangguh. Menjaga kesehatan mental bukan berarti menghindari semua masalah, melainkan belajar menghadapi masalah tanpa kehilangan kepedulian terhadap diri sendiri.

Artikel ini ditulis oleh Era Fazira, Luthfiah Mawar, M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Putri Namira, Nabila Atika Rahma, Peggi Aulia, Lattansabila Lubis, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadillah Pasaribu IKM 8, Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense