Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia karena menjadi dasar bagi seseorang untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal. Namun, perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup membuat masyarakat semakin dihadapkan pada berbagai masalah kesehatan, salah satunya diabetes melitus. Penyakit yang dahulu lebih sering dikaitkan dengan kelompok usia lanjut kini mulai menjadi perhatian pada kelompok usia muda. Perubahan pola makan, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi gula berlebihan, serta kebiasaan hidup tidak sehat menjadi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes pada generasi muda.
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula dalam darah meningkat akibat tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Insulin merupakan hormon yang berperan dalam membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi. Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ tubuh. Diabetes juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan saraf, serta gangguan penglihatan.
Gaya hidup modern menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatnya risiko diabetes pada generasi muda. Kemudahan teknologi membuat banyak aktivitas dapat dilakukan tanpa banyak bergerak. Penggunaan kendaraan untuk jarak dekat, kebiasaan duduk dalam waktu lama, serta meningkatnya penggunaan telepon genggam dan komputer membuat aktivitas fisik semakin berkurang. Selain itu, makanan cepat saji, makanan olahan, camilan tinggi kalori, serta minuman berpemanis semakin mudah ditemukan dan dikonsumsi. Kebiasaan tersebut apabila dilakukan secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan gangguan metabolisme yang berhubungan dengan diabetes.
Baca juga : Scrolling Terus, Sehatnya Kapan?
Konsumsi gula berlebihan juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Minuman kemasan, minuman kekinian, kopi dengan tambahan gula dan sirup, serta makanan manis sering menjadi bagian dari pola konsumsi anak muda. Padahal, konsumsi gula dan kalori yang berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan mengganggu pengaturan kadar gula darah. Kebiasaan tersebut sering kali dianggap sebagai hal biasa karena dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga risiko kesehatan yang ditimbulkan tidak langsung disadari.
Selain pola makan dan aktivitas fisik, kebiasaan tidur yang tidak teratur serta stres juga dapat memengaruhi pola hidup seseorang. Kesibukan belajar, bekerja, maupun penggunaan perangkat digital hingga larut malam dapat menyebabkan waktu tidur berkurang. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah dan memilih makanan atau minuman tinggi gula sebagai sumber energi secara cepat. Jika berlangsung dalam jangka panjang dan disertai pola hidup tidak sehat lainnya, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk diabetes.
Diabetes pada usia muda perlu menjadi perhatian karena penyakit ini dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Seseorang yang masih berusia muda sering kali merasa dirinya sehat dan tidak memiliki alasan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Padahal, faktor risiko seperti riwayat keluarga, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami diabetes. Oleh karena itu, kesadaran untuk mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting dalam pencegahan dan deteksi dini.
Baca juga : Aktif Bergerak, Tubuh Lebih Sehat : Pentingnya Olahraga bagi Mahasiswa
Upaya pencegahan diabetes dapat dimulai dari perubahan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda dapat mengurangi konsumsi minuman berpemanis dan menggantinya dengan air putih, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memilih makanan dengan gizi seimbang, serta membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Aktivitas fisik juga perlu dilakukan secara rutin, seperti berjalan kaki, bersepeda, berolahraga, atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Mengurangi waktu duduk terlalu lama dan memperbanyak gerak di sela kegiatan belajar maupun bekerja juga dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan.
Sebagai bagian dari masyarakat, khususnya mahasiswa kesehatan masyarakat, generasi muda memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan diabetes. Edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, pentingnya menjaga berat badan, tidur yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan perlu terus dilakukan. Diabetes bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga dapat menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat apabila tidak dicegah sejak dini. Dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten dan meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko diabetes, generasi muda dapat terhindar dari berbagai komplikasi penyakit serta tetap produktif di masa depan.
Artikel ini ditulis oleh Peggi Aulia, Luthfiah Mawar M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Putri Namira, Latan Sabila Lubis, Sri Rahma, Nabila Atika Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadillah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.