Dark/Light Mode

Sehat di Tengah Dunia yang Tidak Pernah Offline

Jumat, 18 September 2026 22:58 WIB
Ilustrasi gaya hidup sehat di tengah era digital. (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi gaya hidup sehat di tengah era digital. (Gambar dibuat dengan AI)

Perkembangan teknologi digital membuat internet menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap aktivitas sekarang dapat dilakukan melalui perangkat digital, mulai dari belajar, berkomunikasi, mencari hiburan, hingga mendapatkan informasi tentang kesehatan. Bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, penggunaan media sosial sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan baru yang perlu diperhatikan, terutama dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Penggunaan perangkat digital dalam waktu yang lama dapat memengaruhi pola hidup seseorang. Kebiasaan scrolling media sosial, menonton video, atau bermain game terkadang membuat seseorang lupa waktu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur atau melakukan aktivitas fisik justru digunakan untuk berada di depan layar. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, pola tidur dapat menjadi tidak teratur dan aktivitas fisik menjadi semakin berkurang. Padahal, tidur yang cukup dan tubuh yang aktif merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan. WHO juga melaporkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial yang bermasalah dengan waktu tidur yang lebih sedikit dan waktu tidur yang lebih larut pada remaja (WHO, 2024).

Tidak hanya kesehatan fisik, penggunaan media sosial juga dapat berkaitan dengan kesehatan mental. Media sosial membuat seseorang dapat melihat berbagai macam kehidupan orang lain hanya melalui layar. Pencapaian, pertemanan, penampilan, maupun gaya hidup sering kali ditampilkan dalam bentuk yang terlihat sempurna. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang tanpa sadar membandingkan dirinya dengan orang lain. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan membandingkan diri dapat menimbulkan tekanan, rasa tidak percaya diri, bahkan memengaruhi kondisi emosional seseorang. WHO menjelaskan bahwa penggunaan teknologi digital dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan anak muda, tergantung pada berbagai faktor dan cara penggunaannya (WHO, 2025).

Baca juga : Polusi Udara, Musuh Tak Kasat Mata bagi Paru-paru Kita

Selain itu, perkembangan teknologi juga membuat informasi kesehatan menjadi lebih mudah diperoleh. Dalam hitungan detik, seseorang dapat menemukan informasi mengenai gejala penyakit, pola makan, olahraga, hingga berbagai tips kesehatan. Hal ini sebenarnya merupakan peluang yang baik untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Namun, kemudahan tersebut juga memiliki risiko karena tidak semua informasi yang beredar di media sosial berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Informasi yang salah dapat membuat masyarakat mengambil keputusan yang kurang tepat mengenai kesehatan mereka. WHO juga menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam mengenali sumber informasi kesehatan yang kredibel di media sosial (WHO, 2023).

Karena itu, literasi kesehatan digital menjadi hal yang semakin penting. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi kesehatan yang dapat dipercaya dan informasi yang hanya dibuat untuk menarik perhatian. Sebelum mengikuti atau membagikan suatu informasi, sumber dan kebenarannya perlu diperiksa terlebih dahulu. Dengan begitu, media sosial tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan. Literasi kesehatan membantu seseorang untuk mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan dengan tepat (WHO, 2025).

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, perubahan gaya hidup akibat perkembangan teknologi perlu menjadi perhatian bersama. Upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami penyakit, tetapi juga melalui pencegahan dan peningkatan kesadaran. Edukasi mengenai penggunaan teknologi yang sehat dapat dilakukan melalui sekolah, kampus, keluarga, maupun media sosial itu sendiri. Dengan adanya edukasi yang tepat, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata.

Baca juga : Tidur Terganggu: Dampak Stres Akademik terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa

Teknologi bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Teknologi justru dapat memberikan banyak manfaat jika digunakan dengan bijak. Tantangannya adalah bagaimana seseorang dapat mengatur penggunaan teknologi agar tidak mengganggu kebutuhan dasar seperti tidur, aktivitas fisik, hubungan sosial, dan kesehatan mental. Dunia mungkin akan terus berkembang dan semakin terhubung secara digital, tetapi menjaga kesehatan tetap menjadi tanggung jawab setiap individu dan masyarakat.

Sehat di era digital bukan berarti harus menjauhi teknologi, tetapi mampu menggunakan teknologi tanpa membiarkannya mengendalikan kehidupan kita. Kebiasaan sederhana ini dapat dimulai dari diri sendiri secara konsisten.

Artikel ini ditulis oleh Fauziyyah Aulia Hazna, Lutfiah Mawar M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi M.Si., dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM 8 UINSU Stambuk 2026c
IKM 8 UINSU Stambuk 2026c
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.