Dark/Light Mode

Scrolling Terus, Pola Hidup Sehatnya Kapan?

Jumat, 18 September 2026 20:29 WIB
Ilustrasi generasi muda terlalu banyak scrolling (Gambar dibuat oleh AI )
Ilustrasi generasi muda terlalu banyak scrolling (Gambar dibuat oleh AI )

Di era digital seperti sekarang, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Bangun tidur, membuka ponsel. Saat sedang makan, scrolling media sosial. Sebelum tidur pun masih sempat melihat berbagai konten di layar. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat membuat waktu yang dihabiskan di depan layar menjadi semakin panjang. Pertanyaannya, “Scrolling terus, sehatnya kapan?”

Media sosial sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya buruk. Melalui media sosial, kita dapat memperoleh informasi, berkomunikasi dengan orang lain, mencari hiburan, bahkan mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat membuat seseorang terlalu banyak duduk, kurang bergerak, tidur lebih larut, dan mengurangi waktu untuk melakukan aktivitas lain yang bermanfaat bagi kesehatan.

Baca juga : Aktif Bergerak, Tubuh Lebih Sehat : Pentingnya Olahraga bagi Mahasiswa

Salah satu dampak yang sering terjadi adalah berkurangnya aktivitas fisik. Terlalu lama menggunakan ponsel membuat tubuh berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama. Padahal, tubuh membutuhkan aktivitas fisik agar tetap sehat dan bugar. Kebiasaan kurang bergerak juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan apabila berlangsung terus-menerus.

Selain kesehatan fisik, penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Berbagai konten di media sosial terkadang membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri, cemas, atau tidak puas terhadap diri sendiri. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan kehidupan seseorang secara keseluruhan.

Baca juga : Cegah Sebelum Terlambat : Pentingnya Deteksi Dini Untuk Meningkatkan kesehatan M

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bijak. Kita tidak harus meninggalkan media sosial sepenuhnya, tetapi perlu mengatur waktu penggunaannya. Misalnya, memberikan jeda setelah menggunakan ponsel dalam waktu lama, memperbanyak aktivitas fisik, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, serta meluangkan waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan keluarga dan teman.

Sebagai generasi muda, menjaga kesehatan seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup. Jangan sampai waktu kita habis hanya untuk melihat kehidupan orang lain melalui layar, sementara kita lupa menjalani kehidupan sendiri. Media sosial seharusnya menjadi alat yang membantu kehidupan, bukan sesuatu yang mengendalikan keseharian kita.

Baca juga : Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental bagi Mahasiswa

Scrolling boleh, tetapi jangan sampai lupa bergerak, beristirahat, dan menjaga kesehatan. Karena kesehatan tidak bisa didapat hanya dengan melihat konten tentang hidup sehat, tetapi harus diwujudkan melalui kebiasaan nyata. Jadi, kalau hari ini kita masih bertanya, “Scrolling terus, sehatnya kapan?” Jawabannya adalah: mulai sekarang.

Artikel ini ditulis oleh Nabilah Syifa Fakhirah, Lutfiah Mawar M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi M.Si., dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM8 UINSU Stambuk 2026g
IKM8 UINSU Stambuk 2026g
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.