BREAKING NEWS
 

CKG: Langkah Kecil Menuju Masyarakat Lebih Sehat

Writer : IKM8 UINSU Stambuk 2026g
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 11 Oktober 2026 14:02 WIB
Ilustrasi masyarakat mengikuti Cek Kesehatan Gratis. (Gambar dibuat dengan AI)

‎Kesehatan merupakan modal utama bagi seseorang untuk menjalani kehidupan secara produktif. Namun, masih banyak masyarakat yang baru memeriksakan diri ketika mengalami keluhan atau penyakit yang sudah cukup parah. Kebiasaan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan. Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan tidak harus menunggu sakit.

‎‎Program CKG mulai dilaksanakan secara nasional pada Februari 2025. Program ini ditujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas dan fasilitas kesehatan yang telah ditentukan. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2025), tujuan utama program ini adalah meningkatkan deteksi dini penyakit, menemukan faktor risiko kesehatan, serta memberikan penanganan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Baca juga : Sertifikasi ISO untuk Penguatan Mutu Kampus Berbasis Penelitian di UNIVA Medan

‎Pemeriksaan kesehatan gratis memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Melalui pemeriksaan sederhana, seseorang dapat mengetahui tekanan darah, kadar gula darah, status gizi, kesehatan mata, kesehatan gigi, serta berbagai kondisi kesehatan lainnya. Pada kelompok usia tertentu, pemeriksaan juga dapat mencakup deteksi gangguan tumbuh kembang, penyakit tidak menular, dan masalah kesehatan mental. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi, pengobatan, pemantauan, atau rujukan apabila diperlukan.

‎Deteksi dini sangat penting karena beberapa penyakit sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dan penyakit jantung, misalnya, dapat berlangsung dalam waktu lama tanpa menimbulkan keluhan berarti. Apabila tidak diketahui sejak awal, penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi dan meningkatkan beban biaya pengobatan. Kementerian Kesehatan (2025) menegaskan bahwa pemeriksaan rutin dapat membantu masyarakat mengenali risiko kesehatan dan mengambil langkah pencegahan lebih cepat.

Baca juga : Audit Kepatuhan Akademik untuk Integritas Pembelajaran UNIVA

‎‎Masyarakat dapat memanfaatkan layanan CKG dengan mendaftarkan diri melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile atau mendatangi puskesmas sesuai ketentuan yang berlaku. Peserta disarankan membawa identitas diri dan mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan dengan jujur. Informasi mengenai kebiasaan makan, aktivitas fisik, riwayat penyakit, serta penggunaan obat perlu disampaikan kepada petugas agar hasil penilaian kesehatan lebih akurat.

‎Namun, pemeriksaan kesehatan gratis tidak boleh dipandang sebagai kegiatan sekali saja. Hasil pemeriksaan harus ditindaklanjuti melalui perubahan gaya hidup, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, menghindari rokok, tidur cukup, dan mengelola stres. Pada 2026, Kementerian Kesehatan menekankan bahwa CKG tidak berhenti pada kegiatan skrining, tetapi dilanjutkan dengan edukasi, pengobatan, pemantauan, dan rujukan.

Baca juga : Kepuasan Pemangku Kepentingan terhadap Layanan Akademik UNIVA Medan

‎Dengan demikian, CKG merupakan langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat. Program ini bukan hanya membantu menemukan penyakit lebih awal, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya hidup sehat dan kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri. Jika dimanfaatkan secara rutin dan diikuti dengan perilaku sehat, Cek Kesehatan Gratis dapat menjadi fondasi menuju masyarakat Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.

Artikel ini di tulis oleh Amanda Lestari, Lutfiah Mawar M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu di edit oleh Putri Namira, Latansa Salsabila lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense