Dark/Light Mode

Tidur Cukup, Kunci Imun Kuat yang Sering Diabaikan

Senin, 12 Oktober 2026 20:34 WIB
Ilustrasi tidur yang cukup. (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi tidur yang cukup. (Gambar dibuat dengan AI)

Di tengah kesibukan yang padat, tidur sering menjadi hal pertama yang dikorbankan. Tugas menumpuk, pekerjaan mengejar tenggat, atau sekadar asyik bermain ponsel hingga larut malam membuat banyak orang rela mengurangi jam istirahatnya. Padahal, tidur bukan sekadar waktu untuk "mematikan" tubuh. Tidur adalah proses penting yang menentukan seberapa kuat tubuh kita melawan berbagai penyakit.

Sistem imun bekerja layaknya pasukan pertahanan yang melindungi tubuh dari virus, bakteri, dan zat asing lainnya. Saat kita tidur, tubuh memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbaiki sel yang rusak dan memproduksi sitokin, yaitu protein yang membantu mengatur respons kekebalan tubuh. Sebagian sitokin bahkan diproduksi lebih banyak ketika kita tidur nyenyak. Karena itu, tidur yang cukup membuat tubuh lebih siap menghadapi serangan penyakit.

Sebaliknya, kurang tidur membuat produksi zat pelindung ini menurun. Sel-sel imun juga menjadi kurang efektif dalam mengenali dan melawan ancaman. Akibatnya, orang yang sering begadang lebih mudah terserang flu, batuk, pilek, dan infeksi lainnya. Proses penyembuhannya pun cenderung lebih lama dibandingkan orang yang istirahatnya cukup.

Baca juga : Dampak Perubahan Cuaca terhadap Kesehatan Masyarakat

Pengaruh kurang tidur tidak berhenti pada daya tahan tubuh. Kita menjadi sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan suasana hati pun tidak stabil sehingga mudah marah atau cemas. Rasa lelah terus menghantui sepanjang hari, dan nafsu makan cenderung meningkat, terutama terhadap makanan yang tinggi gula dan lemak. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko terkena hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung ikut meningkat. Kualitas hidup pun menurun, baik dari segi kesehatan maupun produktivitas.

Lalu, berapa lama waktu tidur yang ideal? Kebutuhan tidur berbeda pada setiap usia. Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur 7 sampai 9 jam setiap malam. Remaja memerlukan sekitar 8 sampai 10 jam, sedangkan anak usia sekolah membutuhkan 9 sampai 12 jam. Yang tak kalah penting adalah kualitas tidurnya. Tidur delapan jam tetapi sering terbangun tentu tidak sebaik tidur nyenyak tanpa gangguan.

Kabar baiknya, kualitas tidur dapat diperbaiki dengan langkah-langkah sederhana. Biasakan tidur dan bangun pada jam yang sama, termasuk di akhir pekan, agar jam biologis tubuh teratur. Hindari penggunaan gawai satu jam sebelum tidur karena cahaya biru dari layar dapat menghambat hormon melatonin yang membuat kita mengantuk. Batasi konsumsi kafein pada sore dan malam hari, serta hindari makan berat menjelang tidur agar pencernaan tidak mengganggu istirahat. Ciptakan pula suasana kamar yang nyaman, yaitu gelap, sejuk, tenang, dan bersih. Olahraga secara rutin juga membantu tidur lebih nyenyak, asalkan tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.

Baca juga : Cermat Memilih Makanan, Cerdas Menjaga Kesehatan

Menjaga imun tidak selalu berarti mengonsumsi suplemen mahal atau menjalani pola hidup yang rumit. Tidur cukup adalah investasi kesehatan yang murah, mudah, dan sering terlupakan. 

Mulai malam ini, berilah kesempatan kepada tubuh untuk memulihkan diri. Sebab, tubuh yang beristirahat dengan baik adalah tubuh yang siap melawan penyakit keesokan harinya.

Artikel ini di tulis oleh Gladys Gabriella Nababan, Luthfiah Mawar M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu di edit oleh Putri Namira, Latan Sabila Lubis, Pegi Aulia, Nabila Atika Rahma, Salsabila Siregar, dan Aninda Listya. Dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM8 UINSU Stambuk2026d
IKM8 UINSU Stambuk2026d
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.