Sebelumnya
Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Mohammad Abdul Ghani menjelaskan, operasi pasar minyak goreng ini merupakan bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara selaku BUMN yang memiliki kebun tebu dan kelapa sawit.
Hal ini sekaligus untuk menjalankan amanat Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) dari komoditas Crude Palm Oil (CPO) sebagai bahan baku minyak goreng.
Baca juga : Gelar Expoversary 2022, BCA Gelontorkan Bunga Murah KPR, KKB Dan KSM
"Misi besar ini merupakan misi sosial PTPN Group, dalam rangka membantu masyarakat di tengah meningkatnya harga CPO yang berdampak pada meningkatnya harga minyak goreng di pasaran, tentunya kondisi ini membuat daya beli masyarakat menurun sehingga kami melakukan operasi pasar ini," ujarnya.
Minyak goreng merk Nusakita diproduksi oleh PT INL sebagai anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). PT INL yang berpusat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Medan, Sumatera Utara ini telah melakukan beberapa terobosan dalam proses stabilisasi harga komoditas olahan kelapa sawit, khususnya minyak goreng di dalam negeri.
Baca juga : Mendag Gelontorkan 22.800 Liter Di Sukabumi & Bandung
Dengan kapasitas produksi yang dimiliki tersebut, PT INL mampu memenuhi kurang lebih 2 persen per tahun dari kebutuhan minyak goreng rumah tangga. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.