Dewan Pers

Dark/Light Mode

Operasi Pasar, Pemerintah Gelontorkan 11 Juta Liter Minyak Goreng

Rabu, 5 Januari 2022 21:56 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tengah berusaha menstabilkan harga minyak goreng, yang saat ini sedang melambung hingga di atas Rp 18 ribu per liter. Presiden Jokowi telah memberikan arahan ke jajaran kabinet, harga minyak goreng harus terjangkau masyarakat.

Berita Terkait : Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Terjangkau Aman

“Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah mengambil kebijakan menyediakan minyak goreng untuk masyarakat dengan harga Rp 14 ribu per liter di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh Indonesia,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, pada press briefing kebijakan Pemerintah terkait harga minyak goreng, di Jakarta, Rabu (5/01).

Berita Terkait : Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemerintah Genjot Operasi Pasar

Pemerintah akan menyediakan minyak goreng kemasan sederhana sebanyak 1,2 miliar liter selama jangka waktu 6 bulan dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan. Sementara itu, kebutuhan biaya untuk menutup selisih harga, PPN, dan biaya surveyor sebesar Rp 3,6 triliun, bersumber dari anggaran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS). Selisih harga yang dimaksud adalah selisih harga produksi dan distribusi dengan harga eceran/retail. 

Berita Terkait : Wapres: Pemerintah Dengarkan Keinginan Masyarakat Papua

Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, dalam upaya stabilisasi harga minyak goreng, Pemerintah juga tengah mengadakan kegiatan operasi pasar. Dalam operasi pasar ini, Pemerintah menggelontorkan sebanyak 11 juta liter minyak goreng ke masyarakat.

“Pada saat ini kita juga masih mengadakan operasi pasar untuk 11 juta liter di 47 ribu gerai pasar modern. Hari ini sudah terealisasi sebanyak 4 juta liter, jadi 7 juta liter on-going dilaksanakan,” ucap Lutfi. [USU]