Sebelumnya
Menurutnya, bila beberapa proyek di sektor nikel tersebut terealisasi, diharapkan Antam bisa memperoleh profit yang lebih tinggi dibanding saat ini.
“Karena dari dua mitra di Maluku Utara, konsumsi nikel ore-nya 34 juta - 36 juta ton per tahun. Sementara di Sulawesi, seluruh nikel ore yang dibutuhkan mencapai 21 juta ton. Jadi dibanding sekarang, berarti ada peningkatan (konsumsi) hingga empat kali lipat,” bebernya.
Baca juga : Peduli Pendidikan, Pegadaian Beri Beasiswa Anak-anak Pengurus Bank Sampah Binaan
Informasi saja, produksi bijih nikel sebagai bahan baku feronikel Antam hingga kuartal I-2022 mencapai 2,92 juta wet metric ton (wmt). Atau naik 11 persen dibandingkan kuartal I 2021 sebesar 2,64 juta wmt.
Berdasarkan data badan survei geologis Amerika Serikat (AS) atau US Geological Survey, produksi nikel Indonesia mencapai 1 juta metrik ton pada 2021 atau menyumbang 37,04 persen nikel dunia.
Baca juga : Dari Prambanan, Menkominfo Tunjukkan Semangat Presidensi G20 Indonesia
Sedangkan menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan nikel Indonesia sebesar 72 juta ton. Atau mencapai 52 persen dari total cadangan nikel dunia pada 2020. Sehingga untuk mengoptimalkan nilai tambah hilirisasi, Pemerintah Indonesia telah menargetkan 53 fasilitas smelter yang akan beroperasi hingga 2024. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.