RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja produsen makanan beku dengan spesialisasi produk udang, ikan dan makanan olahan beku lainnya, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) semakin membaik.
Pembukuan positif ini mendorong perseroan memutuskan akan membagikan deviden tunai sebesar Rp 6,055,361,260 atau Rp 3,5 per saham.
Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), yang disampaikan perseroan dalam Paparan Publik lewat daring, Selasa (28/6).
Baca juga : Keren! Motor Listrik Ini Buatan Anak Bangsa
Deviden ini lebih tinggi daripada tahun lalu, dimana perseroan membagikan total deviden Rp 2,076,123,860 atau Rp1,20 per lembar saham.
Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk Harry Lukmito mengatakan, pembagian deviden ini karena kinerja perseroan yang baik, didorong pasar dalam negeri yang tetap meningkat seiring daya beli yang kuat dan kondisi bisnis yang mulai membaik.
“Untuk prospek bisnis kedepan, manajemen masih optimis karena kami bergerak di industri makanan, meskipun di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu ya,” ujar Harry dalam keterangannya, Selasa (28/6).
Baca juga : Ketua MK Dilengserkan MK
Menurutnya kegiatan masyarakat yang sudah mulai kembali aktif di masa New Normal juga berpengaruh positif pada kenaikan penjualan bersih Sekar Bumi selama kuartal pertama 2022 yaitu menjadi Rp 1,13 triliun, naik 32 persen dari periode sama tahun lalu (QoQ) sebesar Rp 855,87 miliar.
Hal ini didorong kenaikan penjualan frozen seafood dan processed food yang naik signifikan. Penjualan frozen seafood naik 32 persen QoQ menjadi Rp1,1 triliun, sedangkan penjualan processed food naik 48 persen QoQ menjadi Rp 27,41 miliar.
Kenaikan penjualan Sekar 169,4 QoQ dari Rp10,8 B umi otomatis mendorong laba bersih setelah pajak juga meningkat 1 Rp15,74 dari periode miliar menjadi Rp 29,14 miliar sama tahun lalu Rp 5,83 .
Baca juga : Arema FC Women Juara Piala Gubernur DKI Jakarta 2022
Sementara itu Direktur Sekar Bumi Howard Lukmito menyampaikan, laba per saham naik. Kenaikan penjualan ini didukung penjualan ekspor udang yang meningkat ditambah kenaikan pasar domestik seiring peluncuran #JagoanDumpling, salah satu produk mak menjadi andalan perusahaan.
Sementara mengenai dampak dari anan olahan dimsum yang kenaikan harga bahan pangan global karena inflasi yang terjadi cukup signifikan, Howard menjelaskan hal itu tidak berpengaruh mengingat bahan utama Sekar Bumi berasal dar i perikanan dalam negeri.
“Kami masih bisa menjaga pemasokan suplai secara rutin dan meskipun ada kenaikan harga memperkecil packaging, selain itu juga kita mncari bahanbahan baku yang bisa menjadi substitusi,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.