RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga pemeringkat global, Moody’s Investors Service (Moody’s) telah meningkatkan prospek outlook PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menjadi stabil, sekaligus menegaskan peringkat Ba3 untuk masing-masing Corporate Family Rating (CFR) dan Senior Secured Notes BUMA. Peningkatan outlook ini menjadi bukti kemajuan solid BUMA dalam menerapkan strategi untuk tumbuh dan melakukan diversifikasi kegiatan operasional, menghasilkan metrik kredit yang lebih kuat, serta menurunkan konsentrasi risiko kredit yang lebih rendah.
Ronald Sutardja, Presiden Direktur PT Delta Dunia Makmur Tbk yang merupakan perusahaan induk BUMA, menjelaskan, revisi outlook BUMA menunjukkan bukti keluarga besar BUMA telah menunjukkan kinerja terbaiknya.
Baca juga : Bamsoet Tegaskan Pentingnya Pendidikan Karakter Bangsa
“Pencapaian ini sesuai dengan strategi besar Delta Dunia untuk terus mengembangkan bisnis inti kami sebagai pengembang jasa pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia dan memperkuat kualitas operasional kami di seluruh tahap penambangan. Dengan dinaikkannya peringkat BUMA oleh Moody’s, kami berharap dapat semakin memperkuat kepercayaan para investor dan seluruh pemangku kepentingan lainnya,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (22/2).
Moody’s melihat bahwa tata kelola BUMA adalah salah satu faktor kunci yang mendorong peringkat stabil. Berdasarkan ekspektasi Moody’s, BUMA akan mengikuti kebijakan finansial konservatif untuk investasi dan pendapatan pemegang saham. Hasilnya, Moody’s telah mengubah nilai profil tata kelola BUMA dari G-4 menjadi G-3, serta mengubah nilai profil nilai kredit ESG (Environmental, Social, and Governance) BUMA dari CIS-4 menjadi CIS-3.
Baca juga : Gus Halim: Revisi UU Desa Untuk Perjelas Status Perangkat Desa
Menurut Ronald, perubahan nilai profil pada nilai kredit ESG merupakan salah satu upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan sumber daya global secara efisien dan berkelanjutan. Pihaknya berkomitmen untuk terus menerapkan langkah-langkah strategis di seluruh wilayah operasional, baik yang saat ini sudah berjalan, maupun yang akan dikembangkan ke depannya, untuk mewujudkan kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.
“Beberapa strategi yang kami lakukan di antaranya dengan mengadopsi prinsip-prinsip keunggulan operasional berbasis teknologi dengan fokus ESG yang kuat serta diversifikasi menuju portfolio pertumbuhan berkelanjutan yang tangguh dalam ekonomi rendah karbon,” tutup Ronald.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.