RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, penyebab meroketnya harga cabe rawit merah yang tembus Rp 100 ribu per kg. Menurut dia, turunnya produksi semua cabe akibat el nino.
“Diperparah oleh sejumlah sentra produksi yang belum memasuki musim panen raya,” ujarnya seperti dikutip, Kamis (8/11/2023).
Baca juga : Harga Cabe Paling Pedes
Untuk menekan harga jual, pihaknya mendatangkan sebanyak 2,4 ton cabe rawit merah yang dikirim dari Petani Sulawesi Selatan ke Jakarta pada Minggu (5/11).
Selain itu, pihaknya juga mendorong penguatan kerja sama antar daerah (KAD) untuk membuat produksi pangan di daerah surplus agar terdistribusi ke daerah defisit secara merata untuk menjaga kestabilan harga. Ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi.
Baca juga : 15 Ucapan Hari Pahlawan Untuk Caption Medsos, Bangkitkan Semangat Juang
"Kita sudah identifikasi sentra cabai di luar Jawa seperti di Sulsel yang siap memasok ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya," ungkap Arief.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.