BREAKING NEWS
 

Optimalisasi Marine Current Turbine Energy sebagai Sumber Energi Terbarukan

Writer : Feri Saputra
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 8 April 2024 14:10 WIB
Turbine Marine Current (Foto: nucleartourist.com)

Pendahuluan

Seiring dengan kelangkaan sumber bahan bakar fosil dan dampak yang ditimbulkannya terhadap ekosistem, hampir semua negara berupaya keras mencari sumber energi terbarukan sebagai penggantinya. Minat dunia terhadap energi terbarukan dan energi hijau semakin meningkat, terutama di negara yang memiliki cadangan sumber daya alam terbatas. Ancaman terhadap pencemaran lingkungan dan perubahan iklim mendorong minat untuk membuka batas-batas energi baru terbarukan.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), salah satu upaya untuk diversifikasi energi adalah memanfaatkan sumber energi baru terbarukan, termasuk energi kelautan (DESDM, 2005). Dengan wilayah laut seluas 8 juta km persegi, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi arus laut sebagai energi terbarukan yang dianggap memiliki potensi signifikan untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif (Erwandi, 2006).

Potensi Arus Laut di Indonesia

Potensi Indonesia dalam pengembangan energi dari arus laut sangat besar. Hal ini didukung oleh kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak selat dengan potensi kecepatan arus mencapai 2 meter per detik bahkan lebih. Kecepatan arus yang tinggi ini sudah mencukupi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Saat ini sudah banyak lokasi yang potensial di Indonesia untuk dipasang turbin arus laut. Wilayah tersebut termasuk kedalam Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Wilayah yang menjadi prioritas pengembangan energi gelombang dan arus laut, dari yang tertinggi hingga terendah, adalah Raja Ampat, Larantuka, Bawean, Nusa Penida, dan Kabupaten Bangka. 

Gambar 1. Arus Lintas Indonesia

(Sumber: republika.id)


Gambar 2. Wilayah prioritas pengembangan energi arus laut di Indonesia

(Sumber: ejournal-balitbang.kkp.go.id)


Baca juga : Kebut Optimalisasi Lahan, Kementan Gelar Tanam Padi Perdana Di Kalteng

Perkembangan Energi Arus Laut di Indonesia

Saat ini, teknologi pengembangan arus masih berada pada tahap awal kehidupannya. Meskipun masih dalam tahap awal, proyek-proyek di beberapa lokasi telah memberikan wawasan tentang tantangan teknis dan lingkungan yang perlu diatasi. 

Lembaga pengembangan teknologi, BTH-BPPT bersinergi dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan energi arus laut. BTH-BPPT memiliki peran kaitannya dengan pengembangan energi arus laut diantaranya: 

  1. Memiliki laboratorium hidrodinamika di Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk uji  model turbin arus laut.
  2. Memiliki sumber daya manusia yang terlibat pelaksanaan penelitian arus laut.
  3. Telah melakukan uji model dan uji prototipe disejumlah wilayah laut Indonesia Timur  dan telah mendapatkan sertifikat HAKI.

Pada tahun 2009 hingga 2016 BTH-BPPT telah mendesain dan manufaktur prototipe turbin arus laut serta memodifikasi pengujian dilaut yang sebenarnya. Pengujian tersebut telah dilakukan di Selat Flores dan Selat Madura. 

Gambar 3. Perkembangan pengembangan energi dari turbin arus laut di Indonesia(Sumber : Afian Kasharjanto, Daif Rahuna, Rina, 2017)

Pengembangan Energi Turbin Arus Laut 

Prinsip yang diterapkan dalam pemanfaatan energi dari laut adalah proses konversi energi kinetik yang dihasilkan oleh massa air laut menjadi energi listrik. Mekanisme kerja turbin secara umum adalah adanya rotor turbin yang berputar karena gaya dari arus laut menuju bilah turbin. Perputaran ini dilakukan oleh gear box, kemudian akan dipercepat dengan perbandingan tertentu sesuai dengan putaran minimum yang diperlukan oleh generator berputar. Listrik yang dihasilkan oleh generator kemudian disimpan dalam baterai untuk dilanjutkan ke media yang membutuhkan listrik seperti lampu penerangan dan peralatan listrik lainnya. Namun, apabila daya listrik tidak digunakan secara langsung, dapat pula disimpan pada baterai.

Tingkat daya listrik yang dihasilkan tergantung pada dua faktor utama, yaitu kecepatan arus laut yang mampu memutar baling-baling turbin dan kapasitas daya generator. Semakin besar kapasitas daya generator yang dipasang, semakin besar pula daya listrik yang dihasilkan. Daya Pembangkit Listrik arus laut yang dihasilkan dirumuskan sebagai berikut (Azis, 2010): 

P = 0.5 x A x p x V3

Baca juga : Energy Watch Dukung Tekad Prabowo Subianto Kembangkan Energi Terbarukan

Keterangan: 

P = Daya output (watt)

p = massa jenis air (1025 kg/m)

A = Luas permukaan turbin (m2)

V = Kecepatan arus (m/s)

Terdapat dua jenis turbin, yaitu horizontal axis dan vertikal axis. Turbin vertikal axis terdiri dari tiga varian: savonnius, darrieus, dan h-rotor yang dibedakan berdasarkan desain bilah (blade). Untuk perairan Indonesia, tipe turbin vertikal axis darrieus yang digunakan BPPT dinilai cocok karena kemampuannya beroperasi tanpa bergantung pada arah aliran dan dapat berfungsi pada kondisi arus rendah (El-Sayed, dkk., 1995; Rivantoro dan Arief, 2015).

Description: https://pltal.files.wordpress.com/2010/09/konsep-pltal.png

Gambar 4. Prototipe Turbin Darrieus

(Sumber : Afian Kasharjanto, Daif Rahuna, Rina, 2017)

Keunggulan Pemanfaatan Energi Turbin Arus Laut

Baca juga : 27 Tahun Pertamina Patra Niaga Memberikan Energi di Setiap Perjalananmu

Adanya pertemuan G-20 pada November 2022 menyepakati Joint Energy Transition Partnership (JETP), yang menyatakan sudah saatnya pembangunan Energi Baru dan Terbarukan (EBT)  di Indonesia semakin digencarkan (Kementerian ESDM, 2022). Energi arus laut menjawab tantangan defisit energi dan dibekali beberapa kelebihan yang mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Implementasi tersebut diantaranya, dukungan energi bersih dan terbarukan, pengurangan emisi karbon, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dengan teknologi hijau dapat mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan. Konservasi ekosistem laut, pemberdayaan masyarakat lokal secara ekonomi, serta inovasi dan penelitian energi terbarukan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kendala dalam Pengembangan Turbin Arus Laut 

Pengembangan energi arus laut masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keberadaan subsidi listrik dari pemerintah yang menyebabkan energi arus laut melalui energi terbarukan menjadi tidak layak secara ekonomis selama masih ada subsidi. Selain itu, biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit energi arus laut cukup tinggi. Lokasi yang diperlukan juga harus memiliki arus laut dengan kecepatan tinggi agar dapat menghasilkan energi yang signifikan. Dampak lingkungan seperti gangguan terhadap migrasi spesies laut dan kegiatan nelayan juga menjadi kekhawatiran. Kapasitas grid dan sistem penyimpanan energi yang belum siap untuk mengintegrasikan energi arus laut secara besar-besaran turut menjadi hambatan dalam pemanfaatan energi arus laut secara optimal.

Peran Energi Pembangkit Arus Laut dalam Mewujudkan Implementasi Energi Hijau

Energi pembangkit arus laut memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan implementasi energi hijau. Sebagai sumber energi terbarukan, energi arus laut memanfaatkan gerakan arus laut yang tidak akan habis (Borthwick, 2016). Berbeda dengan bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui, arus laut menyediakan pasokan energi yang berkelanjutan selama terdapat pergerakan air laut. Selain itu, energi arus laut dinilai ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara selama operasinya (Uihlein & Magagna, 2016). 

Selain itu, arus laut memiliki pola yang relatif konsisten dan dapat diprediksi, memberikan pasokan energi yang stabil dan handal (Borthwick, 2016). Implementasi energi pembangkit arus laut di Indonesia dengan memanfaatkan turbin juga berperan penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim (Borthwick, 2016). 

Kesimpulan

Indonesia merupakan negara dengan potensi pengembangan arus laut yang besar. Oleh sebab itu, perlu adanya pemanfaatan energi terbarukan tersebut mengingat sumber energi tak terbarukan (fosil) semakin langka. Pemanfaatan tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi turbin dan arus laut menjadi sistem energi terbarukan yang berbasis lingkungan. Meskipun terdapat tantangan, energi pembangkit arus laut dapat menjadi inovasi baru dalam transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense