BREAKING NEWS
 

Terbitkan Sukuk Sustainability Tahap I

BSI Incar Dana 3 Triliun

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 17 Mei 2024 07:05 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (kiri) bersama Direktur Treasury & International BSI Moh Adib (kedua kiri), Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi (kedua kanan) dan Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta, berbicang di area maket green building di sela- sela acara Public Expose Sukuk Sustainability BSI, di Jakarta, Rabu (15/5/2024). Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

 Sebelumnya 
Dia melanjutkan, sukuk ESG diharapkan dapat diserap inves­tor institusi dan ritel, termasuk kalangan muda termasuk Gen-Z.

“Instrumen ini dapat dimiliki mulai dari Rp 5 juta per unit, sehingga terjangkau oleh kaum muda yang baru belajar investasi,’’ katanya.

Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per September 2023 menunjukkan, saat ini investor pasar modal di Indonesia didominasi oleh milenial dan gen Z, dengan usia 30 tahun ke bawah dan 31-40 tahun dengan jumlah mencapai lebih dari 80 persen.

Di kesempatan yang sama, Direktur Compliance & Hu­man Capital BSI, Tribuana Tunggadewi menambahkan, penggunaan dana dari sukuk ini dikembalikan pada pembiayaan baru maupun pembiayaan exist­ing berwawasan lingkungan.

Baca juga : Volume Perdagangan RI-Australia Naik 90 Persen

Secara rinci, imbuhnya, alo­kasi untuk KUBL sebesar 30 hingga 50 persen. Kemudian untuk KUBS lebih besar, yaitu sekitar 50 sampai 70 persen.

“KUBL untuk membiayai proyek-proyek seperti Energi Baru Terbarukan (EBT), sedikit polusi, limbah dan lainnya,” jelas Tribuana.

Per posisi Maret 2024, porto­folio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp 59,19 triliun, yang terbagi atas kategori KUBL sebesar Rp 12,57 triliun dan KUBS sebesar Rp 46,62 triliun.

Diketahui, jadwal penerbitan sukuk tersebut meliputi, masa penawaran awal akan dilakukan pada 15 Mei 2024 hingga 30 Mei 2024. Masa penawaran umum pada 11-12 Juni 2024, dan berakhir pada pencatatan di IDX pada 19 Juni 2024.

Baca juga : 90 RW Di Jaksel Kumuh

Terpisah, Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat mengatakan, saat ini tren sukuk me­mang terus berkembang. Bah­kan, sukuk ESG dinilai menjadi instrumen yang cukup menarik dan menjanjikan.

“Sejak 2021 hingga saat ini, sukuk ESG melanjutkan tren peningkatan. Bukan hanya untuk kebaikan, tapi memberi­kan keuntungan dan dampak finansial yang nyata. Ke depan, tren ini akan berlanjut,” yakin Teguh kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia menuturkan, berinvestasi di sukuk global dengan prinsip ESG masih sangat menggiurkan. Meski tidak selalu mulus, menu­rutnya, investasi yang berfokus pada ESG mengurangi paparan kerugian.

Jika investasi ke perusahaan yang memiliki kontribusi dengan masalah lingkungan, pe­rusahaan ini mampu mengurangi ongkos atau biaya yang tidak perlu. Misalnya, ganti rugi (aki­bat merusak lingkungan), mem­bayar sanksi, denda, apalagi penutupan (perusahaan).

Baca juga : Coppa Italia, Si Nyonya Tua Raih Gelar Ke-15

Artinya, sukuk ESG yang diterbitkan oleh korporasi men­jadi sangat menarik bagi masyarakat dan investor untuk mem­belinya.

“Tak hanya dapat keuntungan, tetapi investor juga berkontri­busi untuk kemajuan ekonomi Indonesia,” katanya. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Jumat, 17 Mei 2024 dengan judul "Terbitkan Sukuk Sustainability Tahap I BSI Incar Dana 3 Triliun"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense