Sebelumnya
Dia melanjutkan, sukuk ESG diharapkan dapat diserap investor institusi dan ritel, termasuk kalangan muda termasuk Gen-Z.
“Instrumen ini dapat dimiliki mulai dari Rp 5 juta per unit, sehingga terjangkau oleh kaum muda yang baru belajar investasi,’’ katanya.
Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per September 2023 menunjukkan, saat ini investor pasar modal di Indonesia didominasi oleh milenial dan gen Z, dengan usia 30 tahun ke bawah dan 31-40 tahun dengan jumlah mencapai lebih dari 80 persen.
Di kesempatan yang sama, Direktur Compliance & Human Capital BSI, Tribuana Tunggadewi menambahkan, penggunaan dana dari sukuk ini dikembalikan pada pembiayaan baru maupun pembiayaan existing berwawasan lingkungan.
Baca juga : Volume Perdagangan RI-Australia Naik 90 Persen
Secara rinci, imbuhnya, alokasi untuk KUBL sebesar 30 hingga 50 persen. Kemudian untuk KUBS lebih besar, yaitu sekitar 50 sampai 70 persen.
“KUBL untuk membiayai proyek-proyek seperti Energi Baru Terbarukan (EBT), sedikit polusi, limbah dan lainnya,” jelas Tribuana.
Per posisi Maret 2024, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp 59,19 triliun, yang terbagi atas kategori KUBL sebesar Rp 12,57 triliun dan KUBS sebesar Rp 46,62 triliun.
Diketahui, jadwal penerbitan sukuk tersebut meliputi, masa penawaran awal akan dilakukan pada 15 Mei 2024 hingga 30 Mei 2024. Masa penawaran umum pada 11-12 Juni 2024, dan berakhir pada pencatatan di IDX pada 19 Juni 2024.
Baca juga : 90 RW Di Jaksel Kumuh
Terpisah, Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat mengatakan, saat ini tren sukuk memang terus berkembang. Bahkan, sukuk ESG dinilai menjadi instrumen yang cukup menarik dan menjanjikan.
“Sejak 2021 hingga saat ini, sukuk ESG melanjutkan tren peningkatan. Bukan hanya untuk kebaikan, tapi memberikan keuntungan dan dampak finansial yang nyata. Ke depan, tren ini akan berlanjut,” yakin Teguh kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Ia menuturkan, berinvestasi di sukuk global dengan prinsip ESG masih sangat menggiurkan. Meski tidak selalu mulus, menurutnya, investasi yang berfokus pada ESG mengurangi paparan kerugian.
Jika investasi ke perusahaan yang memiliki kontribusi dengan masalah lingkungan, perusahaan ini mampu mengurangi ongkos atau biaya yang tidak perlu. Misalnya, ganti rugi (akibat merusak lingkungan), membayar sanksi, denda, apalagi penutupan (perusahaan).
Baca juga : Coppa Italia, Si Nyonya Tua Raih Gelar Ke-15
Artinya, sukuk ESG yang diterbitkan oleh korporasi menjadi sangat menarik bagi masyarakat dan investor untuk membelinya.
“Tak hanya dapat keuntungan, tetapi investor juga berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Indonesia,” katanya. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Jumat, 17 Mei 2024 dengan judul "Terbitkan Sukuk Sustainability Tahap I BSI Incar Dana 3 Triliun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.