BREAKING NEWS
 

LIG Nex1 Produsen Misil Korsel Incar Pasar Indonesia, Berharap Dilirik Prabowo

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 31 Mei 2024 09:08 WIB
Peserta Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea berfoto bersama dengan Direksi LIG Nex1 di Kota Gumi, Korea Selatan, Kamis (16/5/2024). (Foto: LIG Nex1)

RM.id  Rakyat Merdeka - Produsen misil terkemuka di Korea Selatan, LIG Nex1 ingin memperluas pasar mereka di Indonesia. Perusahaan teknologi pertahanan ini pun menawarkan tiga jenis misil canggih yang dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Tiga misil tersebut adalah misil udara jarak menengah (KM-SAM II), rudal anti-kapal (C-STAR), dan misil berpemandu berbiaya murah (K-LOGIR). 

Selain menawarkan produk-produk unggulan, LIG Nex1 juga menyertakan penawaran kerja sama transfer pengetahuan dalam proposal mereka. Dengan strategi ini, LIG Nex1 berharap mendapatkan perhatian dan dukungan dari Menteri Pertahanan yang juga presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Keinginan LIG Nex1 memperluas pasar tersebut itu disampaikan Manager Asia dan Oceania Business Joon Yub-kim atau biasa disapa Eric, saat menyampaikan presentasi di hadapan wartawan yang mengikuti program Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea, di Gumi House, Kota Gumi, Korea Selatan, Kamis (16/5/2024). Program tersebut merupakan kerja sama Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Salah satu peserta program tersebut adalah wartawan Rakyat Merdeka/RM.id Bambang Trismawan.

Dalam acara itu, dua petinggi LIG Nex1 ikut menyambut rombongan wartawan. Mereka adalah Chief Manager Asia dan Oceania Business HD Hong, dan Regional Manager Asia dan Oceania Office Daniel Lee. Daniel saat ini juga menjabat sebagai Kepala Kantor LIG Nex1 di Jakarta. Sudah tiga tahun tinggal di Jakarta, dan sudah memiliki nama panggilan sendiri yaitu Haryanto. 

Tak hanya mendengarkan presentasi, kami diajak tur melihat berbagai produk andalan LIG Nex1 di ruang pameran. Setelah itu diajak melihat proses produksi pembuatan sistem radar yang diproduksi di Gumi House. Dalam tur pabrik itu, peserta diajak melintasi lini perakitan yang luas, dan melihat berbagai tahapan produksi, dari perakitan awal hingga pengujian akhir. Sayangnya saat kami berkunjung, pegawai sedang istirahat. Jadi tak banyak kesibukan terlihat. 

Dalam presentasi, Eric menceritakan sejarah singkat LIG Nex1. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1976 ini awalnya bagian dari LG Group. Namanya Goldstar Precision. Pada tahun 2003, perusahaan diambil alih oleh LIG Holdings dan diubah namanya menjadi LIG Nex1.

Sejak saat itu, LIG Nex1 beroperasi secara independen dan mengkhususkan dalam pengembangan dan produksi teknologi pertahanan dan keamanan. Perusahaan memproduksi berbagai jenis peralatan militer, termasuk sistem radar, sistem komunikasi militer, sistem rudal dan berbagai senjata canggih lainnya. Produk-produk dari LIG Nex1 ini digunakan angkatan bersenjata Korsel. 

Saat ini, LIG Nex1 mempekerjakan sekitar 4.500 karyawan. Sebanyak 52 persen dari mereka bekerja di bidang riset dan pengembangan (R&D), dan 65 persen dari karyawan R&D tersebut memiliki gelar pascasarjana dalam bidang teknik.

Di dalam negeri, fasilitas utama terletak di Guney, dengan pusat penelitian di Ponyo, dan kantor penjualan serta pemasaran di Seoul. Mengusung slogan "sensors to shooters, from threat identification to communication and engagement or total solutions provider," LIG Nex1 menawarkan solusi lengkap dari identifikasi ancaman hingga aksi penanggulangan.

Baca juga : Moderasi Beragama Cara Indonesia Ciptakan Perdamaian & Persatuan

Beberapa produk utama Lig Nex1 adalah Chiron, sebuah sistem pertahanan udara jarak pendek, dan K-SAAM (Korean Surface-to-Air Anti-Missile), sebuah sistem misil anti-udara permukaan ke udara. 

LIG Nex1 juga memproduksi SSM-700K atau C-STAR, sebuah misil anti-kapal permukaan ke permukaan yang dirancang untuk menghancurkan target kapal musuh.

Perusahaan juga meluncurkan KP-SAM, sebuah sistem misil pertahanan udara portabel yang dapat dioperasikan oleh infanteri. Selain itu, mereka memproduksi Hyunmoo Series, keluarga misil balistik dan jelajah. 

Produk lainnya adalah K-745 Blue Shark sebuah torpedo yang diluncurkan dari helikopter untuk melawan kapal selam dari udara. Terakhir, ada SLBM (Submarine-Launched Ballistic Missile), sebuah misil balistik yang diluncurkan dari kapal selam. 

Harga misil itu bervariasi. Eric tak menyebut harga pastinya. Namun, sebagai perbandingan, Eric menyebut harga misil paling murah seharga satu Toyota Camry. Saat tur keliling pabrik, Rakyat Merdeka/RM.id menanyakan harga misil paling mahal. Eric tampak berpikir sejenak mencari perbandingan yang tepat. Ia lalu mengeluarkan handphonenya lalu mengetik Porsche di mesin pencari google. Sesaat kemudian muncul gambar mobil sedan sport warna biru dari pabrikan Jerman itu. "Misil paling mahal harganya senilai 22 atau 25 mobil ini," kata Eric, sambil tersenyum. 

Tawarkan Kerja Sama Dengan Indonesia 

Perusahaan pertahanan andalan Korea Selatan ini ternyata sudah lama menjalin kerja sama dengan Indonesia. Kerja sama ini dimulai pada tahun 2006 dengan pengadaan PRC dan VRC, yaitu radio portabel untuk komunikasi yang digunakan oleh para prajurit TNI. Pada tahun 2015, kerja sama berlanjut dengan pengadaan Chiron, sistem pertahanan udara portabel untuk infanteri.

Adsense

Selain itu, LIG Nex1 juga mensuplai pengadaan Submarine CMS, yaitu sistem manajemen tempur untuk kapal selam. Teranyar, pada tahun 2023, LIG Nex1 menandatangani kontrak dengan militer Indonesia untuk pengadaan Rainbolt, rudal anti-tank jarak menengah.

Penandatanganan kontrak dilakukan pada pameran pertahanan ADEX 2023 di Seoul. ADEX adalah pameran pertahanan terbesar dan terlengkap di Asia Timur Laut yang diselenggarakan tiap dua tahunan.

Baca juga : Le Minerale Kembali Menjadi Official Partner Indonesia Open

 "Di pameran itu penandatanganan kontrak dilakukan dengan mitra Indonesia," ungkap Eric. 

Nah, kata Eric, saat ini LIG Nex1 sedang mencari lebih banyak peluang pasar di Indonesia. Eric menyebut ada tiga jenis misil andalan dari LIG Nex1 yang dianggap relevan dengan kebutuhan pertahanan Indonesia. Ketiga produk tersebut adalah KM-SAM II, C-STAR, dan LOGIR.

KM-SAM II, atau Korean Medium-range Surface-to-Air Missile, adalah rudal permukaan-ke-udara jarak menengah. Sistem pertahanan udara ini dirancang untuk melindungi wilayah udara dari berbagai ancaman, termasuk pesawat tempur dan rudal jelajah. Selain dilengkapi radar multi-fungsi yang mampu mendeteksi dan melacak banyak target secara simultan, senjata ini bisa dipasang pada kendaraan bergerak untuk penempatan yang fleksibel.

Selain itu, LIG Nex1 juga menawarkan C-STAR yaitu rudal kapal-ke-kapal dengan kemampuan jarak jauh yang diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas tempur maritim Indonesia. Rudal permukaan-ke-permukaan ini dirancang khusus untuk pertempuran antara kapal. Dengan jangkauan operasional hingga 180 kilometer. Kata Eric, C-STAR pilihan ideal untuk Angkatan Laut yang membutuhkan daya jangkau luas dan presisi tinggi dalam operasi maritim. 

Eric menceritakan bahwa saat ini C-STAR telah digunakan oleh Angkatan Laut Filipina untuk menjaga perairan mereka di Laut Cina Selatan. Bahkan, C-STAR telah diuji coba pada awal tahun ini selama latihan militer gabungan Filipina-Amerika Serikat yang dikenal Balikatan.

Produk terakhir yang ditawarkan adalah K-LOGIR, singkatan dari Korean Low-Cost Guided Imaging Rocket. Ini adalah sistem roket berpemandu yang dirancang untuk memberikan solusi pertahanan yang ekonomis, tapi efektif. Terutama untuk kebutuhan pertahanan pesisir dan maritim. Dengan teknologi pemandu yang canggih, roket berdiameter 2.75 inci atau 70 mm ini mampu memberikan serangan yang presisi terhadap target di berbagai kondisi medan.

"Senjata ini digunakan untuk menghadapi ancaman mendekat dengan cepat seperti hovercraft," ujarnya.

Berharap Dilirik Prabowo 

Manager Asia dan Oceania Office dari LIG Nex1 Daniel Lee menyatakan, perusahaan sangat tertarik untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan Indonesia. Ia pun berharap terjalin kerja sama antara militer Indonesia dan militer Korea Selatan. Menurut dia, LIG Nex1 dapat menyediakan berbagai solusi yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan militer Indonesia.

Baca juga : KLHK Dan UNIDO Kolaborasi Kejar Target Indonesia Bebas PCBs 2028

Keseriusan LIG Nex1 memperkuat hubungan dengan Indonesia adalah dengan membuka kantor di Jakarta. Daniel menyatakan bahwa saat ini LIG Nex1 memiliki lima kantor di luar negeri. Empat kantor lain ada di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Kolombia. Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembukaan kantor baru di Eropa.

Kenapa membuka kantor di Jakarta? Daniel mengatakan, Indonesia dan Korea punya pandangan geopolitik yang sama. Selain itu, Indonesia dianggap punya pengaruh signifikan di kawasan.

Ia pun berharap dapat meningkatkan kerja sama dengan militer Indonesia dan Kementerian Pertahanan. Apalagi, kata dia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tengah melakukan modernisasi alutsista dalam beberapa tahun terakhir seperti membeli pesawat Rafale dari Prancis. 

"Pesawat-pesawat canggih tersebut tentunya membutuhkan kelengkapan persenjataan yang sesuai. Kami melihat peluang untuk berkontribusi," kata Daniel. 

LIG Nex1 optimis bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan memperkuat kapabilitas pertahanan Indonesia tetapi juga membuka peluang untuk inovasi dan pengembangan teknologi militer di masa depan.

Sampai saat ini, Korea Selatan memang masih menjadi pilihan utama Indonesia dalam membeli bom, granat, dan amunisi. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023, Negeri ginseng itu menjadi pemasok terbesar dengan kontribusi sebesar 44,04 persen dari total impor dengan volume 62,01 ton. Nilai impor dari Korsel ini mencapai 12,12 juta dolar AS atau senilai Rp187 miliar. Korsel menempati posisi teratas baik dari segi nilai maupun persentase total impor. Setelah itu diusul China, Slovakia, Spanyol, dan Brazil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense