Sebelumnya
Hingga Juni 2024, BSI telah menyalurkan pembiayaan kepada UMKM sebesar Rp 47,72 triliun, atau tumbuh 14,54 persen secara tahunan. Saat ini ada lebih dari 3.281 UMKM binaan BSI, yang beberapa di antaranya berhasil go international.
Ia menambahkan, Provinsi Sulsel menjadi daerah yang sangat strategis. Karena di wilayah ini para pelaku UMKM menjadi tulang punggung perekonomian.
“Makasar juga menjadi fokus kami dalam menyalurkan pembiayaan. Dan kami harapkan bisa tumbuh di atas 10 persen,” harapnya.
Di kesempatan yang sama, Pejabat (Pj.) Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, Sulawesi Selatan adalah salah satu gate utama perdagangan di wilayah Indonesia Timur.
Dengan hadirnya BSI UMKM Center, ia berharap, adanya jalinan kolaborasi yang aktif ke depannya.
“Kolaborasi ini menghubungkan UMKM dengan buyer, sehingga mereka akan naik kelas dan mampu memberikan kontribusi ekonomi daerah,” harapnya.
UMKM Binaan
Baca juga : Garuda Muda Ditunggu Dua Musuh Bebuyutan
Terpisah, salah satu UMKM Binaan BSI, yaitu CV Aflaha Coconut Mandiri berhasil ekspor Kopra atau daging buah kelapa yang dikeringkan ke India.
Pemilik CV Aflaha Coconut Mandiri Muhammad Adit Sopyan mengatakan, dirinya memulai usaha pengolahan kopra ini sejak 2012 di Palu, Sulawesi Tengah.
“Di Palu itu kelapa berlimpah. Terus kami pindah ke Makassar dan menjadi satu-satunya pengekspor kopra. Ada kopra hitam dan putih, yang diekspor ke India,” ujar Adit saat ditemui Rakyat Merdeka, di Gudang 88, Kabupaten Maros, Sulsel, Selasa (23/7/2024).
Ia menuturkan, dua jenis kopra itu diminati oleh pasar internasional. Dia melepas ekspor perdana komoditas kopra hitam ke India pada 2022, sebanyak 46,24 ton dengan nilai Rp 749,49 juta.
“Dalam mengekspor ini, kami mendapat pembiayaan dari BSI. Lalu kembali dapat pembiayaan sebesar Rp 1,2 miliar untuk menambahkan peralatan produksi yang dibutuhkan,” katanya.
Selain India, kata dia, Filipina pernah meminta ekspor kopra. Namun, ia memilih berhati-hati dalam mengirim kopra ke negara lain. Mengingat biaya produksi yang dikeluarkan juga tidak sedikit.
Baca juga : Rekrut Paul Goerge Di NBA , Sixers Percaya Diri Tinggi
Bahkan dalam dua bulan terakhir, ia juga menghentikan sementara ekspor kopra hitam ke India, lantaran harganya yang sedang turun.
Normalnya, lanjut dia, setiap bulan mereka mengirim 2-3 kontainer, masing-masing 25 ton kopra hitam.
“Tapi kami stop dulu, karena per kilogram (kg) hanya dihargai Rp 10 ribu kalau dikirim ke India. Harga lebih tinggi kalau kami kirim ke Surabaya, senilai Rp 12 ribu,” bebernya.
Adit berharap, ke depan ekspornya tidak hanya bahan baku kopra saja, tapi hasil-hasil olahan kelapa lainnya, seperti minyak kelapa.
Oleh karena itu, sebagai UMKM binaan BSI, Adit menyambut baik dibukanya BSI UMKM Center di Makassar.
Menurutnya, kehadiran BSI UMKM Center di Makassar dapat menjadi hub dan penghubung antara UMKM-UMKM yang ada di Sulsel dan pasar internasional.
Baca juga : Harris Salip Trump
Sehingga kian memudahkan jalan UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Semoga BSI UMKM Center di Makassar ini, bisa menjadi tempat edukasi dan media penghubung dengan buyer dari beberapa negara di luar dan negara tujuan ekspor existing,” harapnya. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 25 Juli 2024 dengan judul "Kini Miliki Aset Rp 360 Triliun, BSI Tepis Mitos Perbankan Syariah Susah Berkembang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.