Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kabinet Prabowo Masih Diutak-atik
Imin Berdoa Dapat Kursi Menteri Agama
Rabu, 24 Juli 2024 08:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka memastikan, penyusunan kabinet belum final. Kata dia, Presiden terpilih, Prabowo Subianto serta ketua umum partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) terus melakukan komunikasi.
“Akan segera kita fix-kan. Ditunggu dulu, sabar ya,” kata Gibran, saat ditemui ditemui di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/7/2024).
Di tempat terpisah, Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Imin) blak-blakan ingin kadernya masuk dalam kabinet Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming. Mumpung kabinet masih diutak-atik, Imin berdoa bisa dapat kursi Menteri Agama (Menag).
Baca juga : Waduh, Harga Beras Naik Di 116 Daerah
Pengakuan Imin mengincar kursi Menag, tak lepas dari tugasnya sebagai Ketua Tim Pengawas Haji DPR. Dalam pengawasannya, Wakil Ketua DPR itu mengaku menemukan banyak pelanggaran dalam pelaksanaan Ibadah Haji tahun ini. Pelanggaran itulah yang kemudian ditindaklanjuti Imin dengan mendorong pembentukan Pansus Haji di DPR.
Imin berharap, Kementerian Agama di era Pemerintahan Prabowo-Gibran bisa lebih peka mengatasi persoalan haji. Dia lantas melontarkan harapan agar Waketum PKB, Jazilul Fawaid ditunjuk jadi Menteri Agama.
“Kenapa Arafah Mina nggak dibikin bertingkat? Tentu menunggu Pak Jazil menjadi Menteri Agama,” ujar Imin, saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Baca juga : Balikpapan-IKN Cuma 1 Jam
Imin optimis, anak buahnya itu dapat memberikan sejumlah terobosan inovasi. Khususnya terkait pelaksanaan ibadah haji jika dipercaya Prabowo sebagai Menag. Menurutnya, Pemerintah tak bisa bekerja seperti biasa untuk menyelesaikan persoalan ibadah haji yang selalu terjadi setiap tahun.
“Untungnya, jemaah haji kita itu sabar dan menganggap, sulitnya ini, bagian dari cobaan,” katanya.
Imin menjelaskan, Jazilul pernah menyebut, semakin sulit ibadah haji, maka semakin kecil pahalanya. Sedangkan ibadah haji yang semakin lancar dan semakin mudah akan tinggi pula pahalanya. Namun, supaya lancar dibutuhkan duit yang lebih besar pula.
Baca juga : Jokowi Kagum & Terkesan
Karena itu, Imin menilai banyak aspek yang harus dievaluasi dari penyelenggaraan ibadah haji. Seperti pembagian kuota haji tambahan tidak sesuai dengan undang-undang, hingga buruknya pelayanan Kemenag karena membuat jamaah harus rela tidur berhimpitan di tenda Mina.
“Kita tidak boleh mentolerir ketidakberdayaan kita. Karena saya setuju, semakin mudah dan lancar ibadah, insya Allah pahalanya semakin tinggi dan besar,” pungkasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya