RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah tipis 0,01 persen ke level Rp 16.261 dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.260 per dolar AS.
Pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melesat 0,38 persen, ringgit Malaysia naik 0,75 persen, yen Jepang menguat 0,93 persen, baht Thailand melonjak 0,32 persen, dolar Singapura naik 0,11 persen, peso Filipina menguat 0,11 persen, yuan China naik 0,22 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.
Baca juga : Jelang Pengumuman The Fed, Rupiah Melorot Ke Rp 16.302
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,11 persen ke level 103,74. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,06 persen ke level Rp 17.586, terhadap poundsterling Inggris naik 0,09 persen ke level Rp 20.875, dan terhadap dolar Australia menguat 0,28 persen ke level Rp 10.604.
Analis Pasar Uang dari DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah bisa menguat terhadap dolar AS hari ini. Hal itu seiring dengan semakin kuatnya sinyal bank sentral AS (The Fed) memangkas suku bunga acuan pada September 2024.
Baca juga : Rupiah Amblas Ke Posisi Rp 16.310
"Namun penguatan akan terbatas mengingat investor masih menantikan serentetan data ekonomi hari ini dan besok, di antaranya pagi ini data manufaktur China, inflasi Indonesia, dan malamnya manufacturing AS," ujarnya, Kamis (1/8/2024).
Untuk itu, berdasarkan sentimen tersebut, ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di level Rp 16.225 hingga Rp 16.325 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.