BREAKING NEWS
 

Ada PLTS Di Tengah Sawah, Petani Kalijaran Terapkan Pertanian Modern Berbasis EBT

Reporter & Editor :
FAZRY
Kamis, 1 Agustus 2024 14:15 WIB
Dengan adanya listrik dari PLTS, petani di Desa Kalijaran dapat memompa air untuk mengaliri sawahnya.

RM.id  Rakyat Merdeka - Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dikelilingi areal persawahan yang cukup luas. Sebagian lahan persawahan di sana terlihat menghijau, namun sebagian lain kering dan retak karena merupakan sawah tadah hujan.

“Pertanian di sini sebagian besar merupakan tadah hujan,” tutur Prayitno, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Sugih Desa Kalijaran.

Prayitno mengatakan, anggota kelompoknya mengalami kesulitan dalam mengembangkan pertanian. Air sulit karena akses ke irigasi cukup jauh.

Pola waktu tanam yang berbeda dengan lahan persawahan yang subur memunculkan hama tikus.

Baca juga : Mahfud: Hamzah Haz Beri Warna Mozaik Perjuangan Indonesia

Kesuburan lahan pertanian cenderung menurun karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan untuk menggenjot produksi.

“Lahan sawah kurang produktif dan rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan,” katanya.

Kondisi tersebut mulai berubah ketika satu unit Pembangkit Tenaga Surya (PLTS) berdiri di tengah areal persawahan itu pada awal November 2023.

Fasilitas itu dibangun atas kolaborasi PT Pertamina (Persero) dan Subholding Power & Renewable Energy (PNRE) untuk Program Desa Energi Berdikari Kalijaran.

Baca juga : Mentan: Presiden Sangat Mendukung Pengembangan Pertanian Modern Di Merauke

Dengan adanya listrik, petani dapat memompa air untuk mengaliri sawahnya.

Fasilitas tersebut diserahkan oleh VP CSR & SMEPP Management Pertamina Fajriyah Usman kepada Sekretaris Perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Hermansyah Y Nasroen.

PLTS ini selanjutnya diresmikan oleh Direktur Utama KPI Taufik Adityawarman.

Taufik mengatakan, Pertamina melihat bahwa petani di Kalijaran masih mengembangkan pertanian yang konvensional. Padahal, Kalijaran memiliki potensi pertanian yang sangat baik.

Baca juga : Buka PKN II, Menag Pastikan Akan Terus Lakukan Inovasi Digital

“Maka kami hadir menjadi bagian dari kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT KPI Unit Cilacap,” jelasnya.

Program MAPAN

KPI Unit Cilacap juga memberikan dukungan bagi program TJSL bertajuk “Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan” atau disebut MAPAN senilai lebih dari Rp 270 juta.

“Kami berharap Kalijaran menjadi sentra pertanian organik terintegrasi, serta menjadi rujukan pengembangan pertanian modern berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT),” imbuh Taufik.

Bantuan dari Pertamina sangat penting bagi masyarakat karena, Kalijaran termasuk dalam 72 desa miskin di Cilacap.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense