BREAKING NEWS
 

Ada PLTS Di Tengah Sawah, Petani Kalijaran Terapkan Pertanian Modern Berbasis EBT

Reporter & Editor :
FAZRY
Kamis, 1 Agustus 2024 14:15 WIB
Dengan adanya listrik dari PLTS, petani di Desa Kalijaran dapat memompa air untuk mengaliri sawahnya.

 Sebelumnya 
Desa Kalijaran memiliki luas persawahan sekitar 186 hektare (ha). Padahal, secara keseluruhan Kecamatan Maos masih menjadi andalan atau lumbung pangan di Cilacap.

Dengan perbaikan sistem pengairan, termasuk dengan penggunaan tenaga surya untuk memompa air, panen yang tadinya dua kali dalam setahun diharapkan menjadi tiga kali.

Pada 2024, produksi padi diharapkan sudah meningkat dua kali lipat.

Adsense

Baca juga : Mahfud: Hamzah Haz Beri Warna Mozaik Perjuangan Indonesia

Kilang Cilacap dan Gapoktan Margo Sugih pada 2022 mengembangkan pilot project pertanian berbasis EBT.

Akhirnya, dikembangkan dua inovasi yakni penggunaan teknologi Solar Home System (SHS) untuk irigasi pertanian dan pengembangan pupuk organik.

Hasilnya, terdapat peningkatan hasil produksi pertanian hortikultura, peningkatan hasil padi, perikanan, perbaikan lahan pertanian dengan penggunaan pupuk organik.

Baca juga : Mentan: Presiden Sangat Mendukung Pengembangan Pertanian Modern Di Merauke

Total energi bersih yang dihasilkan mencapai 10.750 Watt peak (wp) dari titik PLTS telah menjangkau 21 ha lahan sawah dan 90 penerima manfaat.

Jumlah debit air untuk pengairan mencapai hingga 117.600 liter per hari sehingga petani tidak tergantung lagi pada musim.

Selanjutnya, program ini meningkatkan siklus panen dari sebelumnya dua kali menjadi tiga kali per tahun, penghematan anggaran pengairan per ha dari Rp 1,5 juta untuk pembelian BBM menjadi Rp 1 juta, serta peningkatan produksi pertanian dari 12 ton menjadi 12 ton ditambah 4 ton cabai per hektare selama satu tahun.

Baca juga : Buka PKN II, Menag Pastikan Akan Terus Lakukan Inovasi Digital

“Peningkatan pendapatan petani sebesar 50 persen. Sebanyak 10 orang anggota Gapoktan sudah memiliki kemampuan untuk pemeliharaan teknologi SHS. Bahkan, kehadiran program ini meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan praktik yang ramah lingkungan yang dibuktikan dengan adanya Surat Desa Kalijaran No. 242/IX/2023 yang menghimbau warga tidak membakar jerami di sawah,” papar Prayitno.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense