Sebelumnya
“Tentunya ada beberapa pihak lain yang tengah kami jajaki untuk pengembangan AI,” katanya.
Terpisah, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda memaklumi kian banyak perusahaan yang menerapkan teknologi kecerdasan buatan atau AI, karena memberikan efisiensi.
Apalagi, katanya, Telkom sebagai perusahaan yang bergerak di sektor komunikasi, tentu harus terus beradaptasi dengan berbagai teknologi yang terus berkembang. Hal ini akan berdampak positif pada kinerja perseroan di masa yang akan datang.
“Kalau bisa lebih adaptif dengan teknologi AI, tentu ada dampak yang didapatkan Telkom,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (3/8/2024).
Baca juga : Pemprov Bisa Tekan Permukiman Kumuh
Nailul meyakini, pemanfaatan perkembangan AI ini ke depannya akan lebih meluas lagi ke segala sektor. Termasuk bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
“Ini masih jadi tantangan tersendiri bagi UMKM, misalnya yang berkaitan dengan pemasaran produk,” katanya.
Sementara, Chief Executive Officer (CEO) Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Anton Rizki menilai, kendati memiliki sejumlah potensi pertumbuhan besar, ekonomi digital Indonesia sebenarnya masih menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat pertumbuhannya.
“Indonesia masih menghadapi tantangan yang persisten, seperti pengembangan infrastruktur, literasi digital, privasi data dan keamanan siber,” kata Anton dalam rilisnya, Sabtu (3/8/2024).
Baca juga : Matador Waspada Singa Atlas
Karena itu, perlu dilakukan identifikasi isu-isu kunci yang dapat mempercepat proses transformasi digital di Indonesia.
Terpisah, Koordinator Pemanfaatan dan Ekosistem TIK, Direktorat Ketenagalistrikan, Telekomunikasi dan Informatika Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andianto Haryoko menegaskan, pemanfaatan teknologi seperti AI, metaverse dan blockchain dapat mendorong berbagai kegiatan ekonomi.
“Bahkan dalam jangka panjang, ini diharapkan bisa mengeluarkan Indonesia dari middle income trap,” harapnya.
Apalagi dengan keunggulan sumber daya manusianya, Indonesia diharapkan jangan hanya menjadi pasar.
Baca juga : The Djoker Tantang Alcaraz
“Indonesia memerlukan digital talents yang berkualitas untuk menguasai berbagai jenis teknologi,” tuiasnya. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 4 Agustus 2024 dengan judul "Gencar Investasi Di Segmen AI, Kinerja Telkom Kian Melesat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.