Dark/Light Mode

Heboh Banyak Anak Cuci Darah, Menkes: Kurangi Minum Gula

Sabtu, 3 Agustus 2024 08:10 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) bersama PJ Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin (tengah) dan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri (kanan) meninjau X-Ray Portabel di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/8/2024). Menteri Budi meluncurkan pemanfaatan 36 unit X-Ray Portabel dari kerja sama dengan Uni Emirat Arab yang nantinya akan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia dengan angka TB tertinggi. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/FOC)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) bersama PJ Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin (tengah) dan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri (kanan) meninjau X-Ray Portabel di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/8/2024). Menteri Budi meluncurkan pemanfaatan 36 unit X-Ray Portabel dari kerja sama dengan Uni Emirat Arab yang nantinya akan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia dengan angka TB tertinggi. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/FOC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kese­hatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara soal banyaknya anak yang cuci darah. Menkes meminta, para orang tua mengawasi asupan gula yang terkandung dalam makanan dan minuman anak-anaknya.

Menkes menyebutkan, ada seki­tar 35,8 juta orang atau 13 persen populasi warga Indonesia yang mengalami penyakit gula karena ter­biasa mengkonsumsi asupan berkadar gula tinggi. Padahal, kebiasaan terse­but bisa berujung gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah seumur hidupnya.

"Banyak anak sekarang dikasih mi­num dan makan dengan gula tinggi. Jadi, Indonesia suka gula. Padahal gula itu penyebab segala macam pe­nyakit. Mulai dari ginjal, hati, stroke, jantung, itu penyebabnya gula," ujar Menkes di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/8/2024).

Baca juga : Ambil Alih PKB, PBNU Cuekin Nasihat Kiai Maruf

Oleh karena itu, dia berharap, mas­yarakat, terutama anak-anak, mulai mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula sebagai pence­gahan timbulnya penyakit kronis. Kalau bisa, kata Budi, berhenti minum gula. "Anak-anak sekarang minumnya gula semua. Itu yang harus dikurangi. Kembali ke tanpa gula," sarannya.

Budi menjelaskan, setiap orang idealnya mengkonsumsi gula per hari maksimal empat sendok teh. Jika lebih dari itu, dapat berpotensi merusak ginjal hingga berujung cuci darah seperti yang kini marak terjadi pada anak-anak. "Ka­lau bisa jangan pakai gula," pesan Budi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatatkan jumlah pasien anak yang menjalani prosedur pengobatan cuci darah atau hemodialisis sebanyak 125 orang sepanjang 2023.

Baca juga : KKP Selamatkan Rp 3,1 T

"Sementara, pada tahun ini sampai Juli tercatat 77 anak," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar Rochady Hen­dra, Jumat (2/8/2024).

Hendra menjelaskan, penanganan pasien anak yang menjalani cuci darah dilakukan di beberapa rumah sakit rujukan, seperti di Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin dengan 10-20 kasus per bulannya.

Hanya saja, dia memastikan data yang dimilikinya berdasarkan pasien yang tercatat dari kabupaten dan kota. Sebab, ada beberapa rumah sakit yang tidak mampu melayani perawatan cuci darah. "Secara kumulatif dari beberapa kabupaten kota itu dilaporkan bahwa jumlah jiwa untuk anak-anak usia 0 sampai 15 tahun," sebutnya.

Baca juga : Dudung Dorong Pemuda Songsong Indonesia Emas

Lebih lanjut, Hendra mengakui, soal konsumsi minuman dan makanan dengan kandungan gula memang dapat memicu timbulnya penyakit gagal ginjal. Namun, berangkatnya dari diabetes melitus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.