RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,16 persen ke level Rp 16.010 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding perdagangan kemarin.
Pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand naim 0,04 persen, yen Jepang melesat 0,27 persen, yuan China menguat 0,05 persen, dolar Hong Kong naik 0,11 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen dan won Korea Selatan minus 0,25 persen.
Baca juga : Tunggu Data Cadev RI, Rupiah Melesat Ke Rp 16.156
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,06 persen ke level 102,93.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,22 persen ke level Rp 17.467, terhadap poundsterling Inggris naik 0,27 persen ke level Rp 20.279 dan terhadap dolar Australia stagnan di level Rp 10.452.
Baca juga : Selasa Pagi, Rupiah Melemah Ke Rp 16.205
Analis Pasar Keuangan Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah melemah karena investor menunggu data resmi pengangguran Amerika Serikat (AS) yang bakal dirilis hari ini.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas di tengah sentimen di pasar yang kembali risk off. Dengan absennya data ekonomi penting hari ini, investor cenderung wait and see menantikan data klaim pengangguran AS malam ini," tuturnya, Kamis (8/8/2024).
Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Menguat Ke Level Rp 16.162
Lukman memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 16.000 per dolar AS - Rp 16.100 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.