RM.id Rakyat Merdeka - Manajemen PT Masmindo Dwi Area (MDA) beraudiensi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Zudan Arif Fakrulloh, di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama MDA Trisakti Simorangkir menyampaikan perkembangan rencana proyek penambangan emas Awak Mas yang dikelola oleh MDA di Desa Ranteballa, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Baca juga : DPR Soroti Penyediaan Kontrasepsi Bagi Remaja
“Hingga saat ini proses kompensasi lahan tersisa masih terus berjalan dan menuju tahap akhir sehingga rencana produksi yang sebelumnya pada tahun 2025, diperkirakan akan mundur di tahun 2026,” ujar Trisakti.
Berubahnya target jadwal produksi tersebut disebabkan oleh adanya beberapa hambatan dalam proses kompensasi lahan.
Serta, terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu pada bulan Mei lalu yang mengakibatkan terputusnya jalan akses di beberapa desa sehingga mempengaruhi kegiatan operasional MDA di site.
Sementara Zudan memberikan arahan dan juga dukungan terhadap upaya yang dilakukan oleh MDA. Diharapkan selain proses kompensasi lahan, persiapan fase konstruksi juga dapat dilaksanakan secara bertahap, untuk akhirnya MDA bisa berproduksi.
Baca juga : Miliarder AS Bermanuver
Zudan berharap, jika MDA telah berproduksi, nantinya akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Luwu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.