Sebelumnya
Tidak hanya dalam negeri, demi meraih pangsa pasar global melalui digital yang inklusif, Shopee juga menghadirkan layanan yang terintegrasi lewat Program Shopee Ekspor. Lebih dari 26 juta produk lokal telah diekspor ke berbagai negara.
“Tak berhenti di situ, pencapaian positif ini terus berlanjut di awal 2024 dengan peningkatan transaksi produk yang diekspor melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.
Waspadai Impor Ilegal
Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Barang Tertentu yang Diberlakukan Tata Niaga Impor atau Satgas Barang Impor Ilegal resmi dibentuk. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan langkah strategis dalam pengawasan dan penanganan permasalahan impor.
Pembentukan Satgas Barang Impor Ilegal tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 932/2024 yang ditetapkan mulai 18 Juli 2024. Satgas Barang Impor Ilegal akan bekerja sampai 31 Desember 2024.
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menegaskan, gempuran impor tekstil ilegal yang ada di Tanah Abang dan e-commerce adalah alarm bahaya bagi industri tekstil dalam negeri, termasuk di dalamnya usaha tekstil skala UMKM.
Baca juga : DPRD: Biar Kapok, Kirim Gepeng Bandel Ke Rutan
Mengutip data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) tahun 2022, menurut Kemenkop, ada potensi nilai impor dari China yang tidak tercatat sebesar Rp 29,5 triliun.
Plt (Pelaksana Tugas) Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Temmy Setya Permana mengatakan, produk impor yang tidak tercatat itu membuat produk UMKM dalam negeri sulit bersaing.
“Produk tersebut masuk tanpa dikenakan bea masuk, sehingga bisa dijual dengan harga yang murah,” ujar Temmy dalam keterangan resmi, Jumat (9/8/2024).
Sementara Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Kemenkop UKM Fiki Satari mengatakan, kualitas produk UMKM saat ini sudah semakin banyak yang tak kalah dengan produk buatan luar negeri.
Namun sayangnya, karena masifnya produk impor ilegal yang masuk ke pasar lokal, produk berkualitas yang diproduksi oleh UMKM menjadi kalah harga.
Baca juga : Barcelona Vs Monaco, Olmo Panaskan Mesin Gol Barca
“Pelaku UMKM kelimpungan digempur dari darat, udara sampai di perbatasan-perbatasan,” tuturnya.
Fiki mengatakan, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki sudah mengingatkan bahaya ini sejak 2021.
Produk asing ditransaksikan melalui e-commerce cross border bisa langsung masuk ke berbagai pelosok Tanah Air, dengan harga yang murah.
Di lain pihak, pelaku UMKM juga sedang dihadapkan pada ancaman berupa aplikasi marketplace bernama Temu dari China.
“Aplikasi ini disebut-sebut lebih dahsyat dampaknya bagi UMKM, karena bisa mematikan. Lantaran pabrik dari China bisa bertransaksi langsung dengan konsumen,” terangnya.
Baca juga : Tim Basket AS Makin Perkasa
Fiki berharap, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta stakeholder terkait bersinergi mencegah masuknya marketplace Temu ke Indonesia.
“Hal ini diperlukan semata-mata demi melindungi pelaku usaha di dalam negeri khususnya UMKM,” tutup Fiki. DWI /UMM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Senin, 12 Agustus 2024 dengan judul "Digempur Barang Ilegal Dari Darat, Laut & Perbatasan Tokopedia Kasih Panggung Lebih Luas Ke UMKM Lokal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.