Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bunuh 100 Warga Gaza Saat Salat Subuh
Israel Biadabnya Nggak Ketulungan
Minggu, 11 Agustus 2024 08:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Aksi keji Zionis Israel terhadap Palestina makin hari makin keterlaluan. Terbaru, Israel bunuh 100 warga Gaza saat sedang Salat Subuh dengan cara menjatuhkan bom. Dunia makin murka dengan kelakuan Israel yang biadabnya nggak ketulungan.
Serangan Israel itu terjadi pada sebuah bangunan sekolah yang selama ini dijadikan tempat pengungsian warga Gaza, Palestina. Di bangunan tersebut, warga Gaza mulai dari orang dewasa, hingga anak-anak coba bertahan hidup dari gempuran Israel yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.
Atas serangan tersebut, setidaknya 100 warga Gaza meninggal dunia. Puluhan orang luka-luka. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun menjadi korban kebiadaban Israel.
"Serangan Israel menargetkan pengungsi yang sedang salat Subuh. Tindakan menyebabkan lonjakan jumlah korban jiwa," kata Kementerian Kesehatan Gaza seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/8/2024).
Pemerintah Palestina mengutuk keras aksi yang dilancarkan ke Sekolah Al-Tabin, yang terletak di distrik Daraj, Gaza. "Ini jelas termasuk dalam kerangka kejahatan genosida dan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina kami," tulis keterangan mereka.
Badan pertahanan sipil Gaza menjelaskan, tiga roket Israel menghantam sekolah, Sabtu (10/8/2024) pagi. Serangan itu digambarkan sebagai "pembantaian yang mengerikan", dengan beberapa mayat terbakar.
Baca juga : Di Sumut, Banteng Jalan Sendirian
Jurnalis Palestina Hossam Shabat bahkan menyebut, tim penyelamat tidak dapat membantu para korban yang terjebak oleh api, karena militer Israel telah memutus akses air ke daerah tersebut.
Tiga bom Israel menghantam sekolah Al-Tabin, yang terletak di distrik Daraj, Gaza. Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan, serangan hari Sabtu, 10 Agustus 2024 tersebut tampak seperti “pembantaian yang mengerikan”.
Perempuan, anak-anak, hingga orang lanjut usia dilaporkan termasuk ke dalam korban tewas. Seakan tak cukup, jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah sebab.
Serangan itu terjadi ketika orang-orang sedang melaksanakan salat subuh. Bom telah memicu kebakaran yang melalap habis gedung.
"Itu adalah serangan yang disengaja terhadap warga sipil tetapi juga pelanggaran terhadap ritual keagamaan masyarakat karena hal itu dianggap suci," ucap Hani Mahmoud dari Al Jazeera, melaporkan dari Khan Younis di Gaza selatan.
Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta menambahkan, tiga bom yang digunakan tentara Israel memiliki berat masing-masing 2 ribu pon atau setara 907 kilogram.
Baca juga : APBD DKI Belum Move On Dari Banjir Dan Kemacetan
Dia mengatakan, Israel amat sangat menyadari sekolah itu telah beralih fungsi menjadi tempat pengungsian. Sehingga, lokasi itu sudah dipastikan berisi para warga sipil alih-alih markas Hamas sebagaimana alibi biasa pihak penjajah.
Sementara itu, sejumlah negara mengecam keras serangan biadab Israel kepada warga Gaza yang sedang Salat Subuh. Kementerian Luar Negeri Yordania menilai, serangan itu bertentangan dengan semua nilai kemanusiaan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengutuk serangan tersebut. Dia menganggap, serangan tersebut sebagai contoh genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Ia menambahkan bahwa Israel telah membuktikan sekali lagi bahwa mereka tidak berkomitmen pada hukum internasional atau prinsip moral apa pun. Kanaani mengatakan satu-satunya cara untuk menghadapi Israel adalah dengan negara-negara Muslim secara praktis dan tegas mendukung bangsa Palestina.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi ikut mengecam serangan tersebut. Mereka menganggap, serangan itu sebagai pembantaian massal yang harus segera dihentikan.
Kementerian Luar Negeri Mesir mengutuk serangan Israel terhadap warga yang melaksanakan salat subuh. "Pembunuhan warga sipil menunjukkan Israel tidak menginginkan mengakhiri perang," kata Kemlu Mesir seperti dikutip dari Reuters, tadi malam.
Baca juga : Tim Matador Akhiri Penantian 32 Tahun
Serangan tersebut merupakan salah satu yang paling mematikan dalam perang Israel-Hamas. Tingginya angka kematian akibat serangan tersebut diperkirakan akan menghambat upaya internasional untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata antara kedua pihak.
Dikecam dunia, Israel berkelit. Mereka berdalih, serangan udara Israel itu menargetkan militan Hamas yang beroperasi dari pusat komando yang terletak di sekolah Al-Taba'een, menurut sebuah postingan Telegram.
Sekolah itu terletak berdekatan dengan masjid di Daraj Tuffah, yang berfungsi sebagai tempat berlindung bagi warga Gaza, kata IDF. Pusat itu adalah tempat persembunyian para komandan Hamas, katanya.
Mendengar kejadian ini, netizen hanya bisa mendoakan. "Allahu Akbar. Muslim yang meninggal husnul khotimah. Maha suci Allah dengan segala kehendakNya," ucap @khoirotun244021. "Masa Allah. Innalilahi wa inalilahi rojiun," doa @Tindihome303.
"Biadab," kata @Pasir_Putih99. "Inilah zionis pengecut," sahut @MsElva10530471. "Bangsa bangsat beginian kalau masih aja ada yg bela, ya laknatullah semuanya," sesal @ellidapid. "Rupanya PBB tak berdaya dengan Israel," kritik @e2oliHhZSkBYTFc.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya