BREAKING NEWS
 

Proyek PLTSa Mulai Digarap Akhir Bulan Ini

Jabar Sulap Sampah Jadi Setrum 35 MW

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 12 Agustus 2024 07:05 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan Foto: Dok Kemaritiman

 Sebelumnya 
Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara pemenang tender TPPAS Legok Nangka, Sumitomo, selaku pengelola, dan PTPLN(Persero), sebagai penampung listrik, telah terlaksana.

Menurut Bey, Pemprov Jabar dan Jepang tengah bersama-sama berkonsentrasi mewujudkan energi hijau dalam semua aspek.

Termasuk, sumber penghasil listrik yang secara bertahap sedang bertransisi dari pemanfaatan energi fosil ke hijau. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah dari sampah.

Telan Investasi Rp 4 Triliun

Baca juga : Tokopedia Kasih Panggung Lebih Luas Ke UMKM Lokal

Sebelumnya, Penasihat Senior Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ono Hiroshi menyatakan dukungannya untuk meningkatkan kemampuan manajemen limbah di Jabar.

“Jepang berkomitmen untuk meningkatkan kebijakan dan kemampuan pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di Indonesia, termasuk Jabar,” kata Hiroshi.

Karenanya, lanjut Hiroshi, Jepang menyambut baik PKS untuk penyediaan infrastruktur dan pengelolaan TPPAS Regional Legok Nangka oleh tiga pihak, yakni Pemprov Jabar, PTJabar Enviromental Solutions (JES) dan PTPenjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Baca juga : DPRD: Biar Kapok, Kirim Gepeng Bandel Ke Rutan

Pihaknya berjanji, bakal membantu dengan maksimal pada proyek pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka. Terlebih, proyek tersebut merupakan salah satu dari tiga proyek utama dari Asia Zero Emission Community (AZEC).

“Keterlibatan Jepang dalam mengembangkan kemampuan manajemen limbah di Jawa Barat, adalah dukungan Jepang dalam proyek pengelolaan sampah Bekapur (Bekasi, Karawang, dan Purwakarta), yang juga merupakan proyek prioritas dari AZEC,” kata Hiroshi.

Nilai investasi TPPAS Regional Legok Nangka adalah sekitar Rp 4 triliun. Dalam pembangunannya, Pemerintah Pusat memberikan dukungan lewat kontribusi fiskal dalam dukungan kelayakan atau Viability Gap Fund (VGF) dari Kementerian Keuangan senilai Rp 1,3 triliun. DIR

Baca juga : Barcelona Vs Monaco, Olmo Panaskan Mesin Gol Barca

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 12 Agustus 2024 dengan judul "Proyek PLTSa Mulai Digarap Akhir Bulan Ini, Jabar Sulap Sampah Jadi Setrum 35 MW"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense