BREAKING NEWS
 

Lewat Program Tajumase, Nelayan Di NTT Manfaatkan Pekarangan Untuk Kemandirian Pangan

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 17 Agustus 2024 20:04 WIB
Pupuk Indonesia mengimplementasikan program Tajumase (Tani Maju Makmur Sejahtera) di dua desa di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus meningkatkan kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat, melalui sektor pertanian.

Kali ini, perusahaan mengimplementasikan program Tajumase (Tani Maju Makmur Sejahtera) di dua desa di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program ini resmi diluncurkan Direktur SDM (Sumber Daya Manusia) Pupuk Indonesia Tina T. Kemala Intan, di Desa Hadakewa dan Desa Wowong, Kabupaten Lembata, Kamis (15/8/2024).

Tina menyampaikan, program ini bagian dari program Relawan Bakti BUMN Batch VI, sebagai media bagi Pupuk Indonesia untuk bisa berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

Tina menargetkan, program ini bisa berlangsung selama tiga tahun ke depan, sehingga dapat mengajak para masyarakat di dua desa yang mayoritas nelayan dapat memanfaatkan pekarangannya untuk bertanam demi mewujudkan kemandirian pangan dan ekonomi.

"Meskipun di tepi pantai dan banyak warga yang menjadi nelayan, kita juga ingin mengoptimalkan potensi pertanian yang ada di Desa Hadekawa ini dengan pendampingan Pupuk Indonesia," ujar Tina, melalui siaran pers, Sabtu (17/8/2024).

Tina berharap, hal ini disambut baik masyarakat agar semua generasi, mulai dari yang muda dan sampai yang tua dapat mengoptimalkan potensi pertaniannya.

Baca juga : Pasar Jaya Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Kebakaran di Manggarai

Di kesempatan yang sama, Senior Vice President (SVP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Indonesia Junianto Simare Mare menambahkan, pihaknya yang memiliki tanggung jawab sosial tidak hanya berpikir pengembangan masyarakat yang ada di sekitar perusahaan. Tapi, juga berkontribusi bagi daerah yang jauh dari wilayah perusahaan, termasuk daerah pelosok.

Junianto menjelaskan, kontribusi tersebut salah satunya dengan mengirimkan sepuluh relawan Bakti BUMN dalam Program Tajumase.

Para relawan ditugaskan untuk berbakti di Kabupaten Lembata dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Program Tajumase hadir sejak awal tahun 2024.

Sebelum menjalankan program ini, kata Junianto, dilakukan pemetaan lapangan, sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak baik berkelanjutan.

Melalui program ini, Junianto berharap masyarakat sekitar bisa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, karena sebelum ada program ini komoditas pertanian disuplai dari daerah lain.

Adsense

“Hadakewa terkenal dengan sektor pariwisata, tapi kami juga melihat ada potensi sektor pertanian bisa mendukung sektor pariwisata," ujar Junianto.

Ia menambahkan, bagaimana orang melihat wajah yang ada di Hadakewa ini tidak hanya dengan deburan ombaknya saja dan berbagai jenis ikannya, tapi bagaimana juga sektor pertaniannya bisa maju.

Baca juga : Bambang Brodjonegoro Tegaskan Pembangunan IKN Untuk Pemerataan Ekonomi

"Dari beberapa lahan percontohan yang kami lakukan, sudah bisa memberikan impact bagi pendapatan masyarakat," ucapnya.

Junianto mengungkapkan, melalui lahan percontohan budidaya cabai, Pemerintah Desa Hadakewa kini optimistis, bisa memenuhi kebutuhan cabai untuk seluruh wilayah Lembata.

Dalam program ini, Pupuk Indonesia tidak hanya meningkatkan kompetensi masyarakat dalam bertani, tapi juga mengenalkan pupuk berkualitas dari Pupuk Indonesia yang telah teruji meningkatkan produktivitas pertanian.

Pada kesempatan ini, Pupuk Indonesia juga menyerahkan rumah bibit kepada Pemerintah Desa Hadakewa, selanjutnya meresmikan Tugu Pupuk Indonesia, serta melakukan panen cabai bersama relawan Bakti BUMN di atas lahan demonstration plot (demplot).

Junianto menambahkan, selain di Hadakewa, program Tajumase juga diimplementasikan di Desa Wowong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.

"Di sini, para relawan bersama masyarakat melakukan demplot untuk tanaman tomat, kol, terong dan kangkung," katanya.

Dalam rangka mendukung produktivitas serta kesejahteraan petani, Pupuk Indonesia juga mendirikan kios pupuk yang nantinya akan di kelola oleh masyarakat sekitar.

Baca juga : Kilang Balikpapan Hadirkan Ruang Pertanian di Kampung Atas Air

Sementara itu, Kepala Desa Hadakewa, Klemens Kwamans mengapresiasi kontribusi Pupuk Indonesia untuk masyarakatnya.

Hadakewa, ujar Klemens adalah sebuah desa di tepi pantai dan wilayahnya berada di tengah Pulau Lembata.

Ia menilai, dengan topografi ini, Hadakewa dikenal dengan hasil lautnya. Meski demikian, ia bersama masyarakat desanya berkomitmen untuk mengoptimalkan sektor pertanian di wilayahnya.

Klemens berterima kasih, hadirnya Pupuk Indonesia di Hadakewa akan membantu Pemerintah Desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dari sektor pertanian.

"Dari wilayah pantai dipilih untuk dibina pertaniannya, kami akan mendukung program-program yang direalisasikan Pupuk Indonesia, terima kasih atas kolaborasi ini," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense