Dark/Light Mode

Gulirkan Program Rawabening

Kilang Balikpapan Hadirkan Ruang Pertanian di Kampung Atas Air

Rabu, 14 Agustus 2024 10:45 WIB
Untuk pemulihan kualitas udara dan penghijauan lingkungan, Program Rawabening sangat unik karena masyarakat bisa melakukan pertanian di atas laut tanpa media tanah.
Untuk pemulihan kualitas udara dan penghijauan lingkungan, Program Rawabening sangat unik karena masyarakat bisa melakukan pertanian di atas laut tanpa media tanah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat di 16 Rukun Tetangga (RT) Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kini memiliki ruang untuk pertanian atau penghijauan.

Persoalan lahan pertanian di kawasan pesisir itu, bisa diatasi berkat program Rain Water Harvesting and Urban Farming (Rawabening) pada 2023.

Program tersebut merupakan bagian dari CSR PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit V Balikpapan.

Program ini juga merupakan implementasi Pilar Pertamina Hijau di kelurahan tersebut.

Baca juga : Kilang Balikpapan Dongkrak Ketahanan Energi Nasional

Masyarakat Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, tinggal di rumah panggung yang beralaskan kayu ulin. Sehingga tidak memungkinkan jika penghijauan dilakukan dengan media tanah.

Kondisi di sekitar permukiman juga terlihat kumuh dengan udara yang kurang sehat. Penduduknya, terutama ibu-ibu, banyak yang tidak memiliki pekerjaan.

“Ketersedian air tawar sangat bergantung pada Perumda Tirta Manuntung Balikpapan. Selain itu, warga Kampung Atas Air memiliki keterbatasan pemanfaatan ruang untuk penghijauan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit V Balikpapan, Dodi Yapsenang dalam keterangan tertulis, Rabu (14/8/2024).

Untuk pemulihan kualitas udara dan penghijauan lingkungan, Program Rawabening sangat unik karena masyarakat bisa melakukan pertanian di atas laut tanpa media tanah.

Baca juga : Perhutani Bangun Model Bisnis Karbon Sejak 2021

Program ini merupakan pemanfaatan air hujan yang digunakan untuk budidaya tanaman. Tanaman tersebut tidak hanya berupa tanaman hias.

Terdapat pula tanaman yang memiliki nilai tambah secara ekonomi dengan media hidroponik.

Dodi mengatakan, media tabulan pot juga digunakan untuk budidaya tanaman obat keluarga (toga) dan buah-buahan.

Upaya penghijauan ini tidak hanya sebagai bentuk memulihkan kondisi lingkungan tetapi juga diarahkan kepada perekonomian mandiri kelompok perempuan yang hanya memiliki kegiatan sebagai ibu rumah tangga.

Baca juga : Perluas Program Kartini Tani, Pupuk Indonesia Dorong Pemberdayaan Perempuan & Pertanian Berkelanjutan

"Hasil panen dari tanaman-tanaman yang dibudidayakan dapat dijual dan dikelola menjadi produk turunan untuk UMKM,” papar Dodi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.