Dark/Light Mode

Program Prioritas Prabowo-Gibran Melaksanakan UUD 1945

Kuatkan Desa, Ekonomi Kreatif Dan Pancasila

Senin, 5 Agustus 2024 17:12 WIB
Peserta Diskusi Terbatas Program Prioritas Prabowo-Gibran 2024-2029 di Gadjah Mada University Club (UC), Yogyakarta, Senin (5/8/2024). (Foto: Ist)
Peserta Diskusi Terbatas Program Prioritas Prabowo-Gibran 2024-2029 di Gadjah Mada University Club (UC), Yogyakarta, Senin (5/8/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi dalam rapat terbatas di Istana pagi ini meminta Rancangan Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 dapat mengakomodasi semua program Prabowo-Gibran. Agar tepat sasaran, perlu penguatan pedesaan, ekonomi kreatif, dan implementasi Pancasila dalam 7 Program Prioritas pemerintahan baru mendatang. 

Saran tersebut mengemuka dalam Diskusi Terbatas "Program Prioritas Prabowo-Gibran 2024-2029: Bangun Indonesia Dari Desa Berbasis Ekonomi Kreatif. Wujud Nyata Ekonomi Pancasila Menghapus Kemiskinan Ekstrem" di Gadjah Mada University Club (UC), Yogyakarta pada Senin (5/8/2024). 

Hadir antara lain; Guru Besar Ekonomi UGM Gunawan Sumodiningrat, Rektor AMIKOM Yogyakarta M. Suyanto, Ketua Prodi Ilmu Ketahanan Nasional UGM Armaidy Armawi, Sekretaris IKAL-Lemhannas DIY M. Sodik, Irjen Pol (Purn) Srijono, Prof. Totok Gunawan, Direktur BUMKal Oerip Soemoharjo Cahyo Binarto, Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho, Lurah Umbulharjo Danang Sulistya, dan penulis buku Dr Hadis Turmudi. 

"Penguatan pemberdayaan desa, koperasi, dan lembaga Pancasila juga selaras visi Indonesia Maju dan misi Asta Cita dari pemerintahan Prabowo-Gibran. Semua berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila sebagai jati diri bangsa," buka Gunawan. 

Baca juga : Pengabdian Masyarakat SKSG UI Kuatkan Ketahanan Anak Muda Di Era Digital

Eks Deputi Sekretariat Wapres itu mendukung pemerintahan baru kelak untuk membangun dari desa berbasis ekonomi kreatif. Caranya, menghapus kemiskinan ekstrem dengan filosofi 'UMKM Kerja Untung Menabung'. 

"UU Desa belum menyentuh pemberdayaan masyarakat, masih sebatas penguatan kelembagaan pemerintah desa. Maka perlu ditanamkan pemahaman kepada para pejabat dari desa sampai ke tingkat pusat," saran Gunawan. 

Adapun gagasan Membangun Desa Dari Desa Berbasis Ekonomi Kreatif sudah mendapat perhatian khusus dari Presiden Terpilih Prabowo Subianto via Hashim Djojohadikusumo, sang adik sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. 

"Sejak sebelum, saat kampanye Pilpres, dan seminar nasional di AMIKOM Yogyakarta lalu, Pak Hashim sangat terkesan dan mendukung," ungkap M. Suyanto. 

Baca juga : Indonesia Diprediksi Bakal Sukses Swasembada Pangan

Dia mencontohkan dampak penetrasi ekonomi kreatif di kampungnya bersama Gunawan Sumodiningrat, di Sardonoharjo, Sleman-Yogyakarta. "Ekonomi kreatif kan, 'How people money from idea'. Modalnya otak, ide, dan sarana. Salah satu penduduk di Sardonoharjo bisa berpenghasilan 1000 dolar Amerika Serikat per hari. Itu dahsyat, dan bisa diajarkan," tutur M. Suyanto. 

Dia juga memaparkan contoh ekonomi kreatif di bidang perfilman. Sebagai produser dan sutradara, di bawah bendera AMIKOM Yogyakarta, M. Suyanto telah 'menjual' 7 film animasi cerita rakyat di Tanah Air, ke pasar internasional. "Gandeng bintang terkenal seperti John Cusack, Pierce Brosnan dan Lucy Liu, uang Hollywood mengalir ke sini. Ekonomi kreatif, emas di masa datang," bebernya. 

Di tempat yang sama, diskusi terbatas diapresiasi oleh M. Sodik. Bagaimana keilmuan bisa terintegrasi dengan spiritualitas. "IKAL-Lemhannas sangat mendukung. Apalagi ini yang pertama di Yogya yang istimewa. Semoga terus kontinyu," harapnya.

Prof Armaidy menambahkan, ekonomi Pancasila sebagai landasan ketahanan ekonomi Nasional. Dimulai dari ketahanan ekonomi individu masyarakat desa, ekonomi keluarga, ekonomi daerah. 

Baca juga : Pemerintahan Prabowo Dinilai Akan Lebih Nasionalis Dalam Ekonomi Dan Politik

Sedangkan Prof Totok bersama Lurah Umbulharjo menjelaskan pengalaman praktis dilandasi kajian akademis ilmu geografi. Bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan adalah melaksanakan ekonomi hijau, Green Sustainable Development.

Adapun pihak dari Lurah Sardonoharjo dan BumKal menjelaskan progress kegiatan dari Media Center dan Forum Pendamping Desa Sardonoharjo. Sementara Hadis Turmudi menyampaikan pandangan telah terjadi tumpang tindih antar peraturan dan perundang-undangan tentang Desa di berbagai Kementerian/Lembaga negara. Harus disinkronkan agar masyarakat desa bisa adil dan makmur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.