BREAKING NEWS
 

Pemdes Lukulamo dan PT IWIP Berkolaborasi Tanggulangi Banjir Halmahera Tengah

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 23 Agustus 2024 16:29 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Curah hujan deras yang mengguyur Halmahera Tengah, Maluku Utara dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan Sungai Kobe dan sejumlah sungai lainnya meluap. Akibatnya, beberapa desa, termasuk Desa Lukulamo di Kecamatan Weda Tengah, terdampak banjir. Banjir ini menimbulkan kerusakan yang signifikan dan mengganggu aktivitas warga, sehingga diperlukan respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak.

Merespons situasi ini, Kepala Desa Lukulamo, Aklon Sangaji, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) untuk mengambil langkah-langkah penanganan.

“Kami, pemerintah desa, telah menyurati PT IWIP untuk memperbaiki dan membangun drainase, melakukan penimbunan, serta pengaspalan jalan di area Desa Lukulamo dan sekitar jalan nasional,” ujar Aklon dalam keterangannya, Jumat (23/8/2024).

Aklon melanjutkan, pihaknya telah menerima bantuan dari PT IWIP yang disalurkan ke posko induk berupa berbagai kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, serta keperluan lainnya. 

Baca juga : Relevansi Kurikulum Merdeka Menjawab Tantangan Zaman

"Bantuan disalurkan ke posko induk berupa sembako dan barang campuran yang diserahkan dari Divisi HRD IWIP," tambahnya.

Kerja sama antara pemerintah desa dengan PT IWIP mencakup upaya jangka panjang untuk mencegah banjir di masa depan. Aklon menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT IWIP untuk melakukan penghijauan dan membangun tanggul-tanggul di sekitar area sungai untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

Adsense

Aklon melanjutkan, pemerintah desa dan PT IWIP juga telah merencanakan langkah-langkah tambahan untuk mencegah banjir di masa mendatang. Kolaborasi antara pemerintah desa Lukulamo dan PT IWIP menunjukkan komitmen bersama dalam mengatasi dampak banjir dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Rencana jangka panjang kami adalah berupaya kepada pihak PT IWIP untuk membuat penahan banjir (swearing). Desa Lukulamo masih dalam tahap persiapan pemekaran menjadi desa definitif, sehingga kami mohon kepada pemerintah untuk mempercepat proses pemekaran tersebut," ungkapnya.

Baca juga : Demi Pilkada Aman dan Bebas Hoaks, Bawaslu Indramayu Serius Lakukan Pengawasan

Aklon juga menyampaikan perlunya normalisasi sungai dan membuat tanggul penahan banjir untuk mengurangi risiko banjir. Ia mengatakan, langkah tersebut diambil pihaknya setelah berkonsultasi dengan balai irigasi. Namun, proses normalisasi sungai masih menghadapi kendala terkait persetujuan harga lahan.

“Untuk masyarakat Lukulamo, tinggal satu kepala keluarga yang belum menyetujui harga lahan untuk normalisasi sungai. Selain itu, masyarakat dari Desa Lelilef Woebulen dan Desa Lelilef Sawai juga belum menyetujui penetapan harga lahan per meter, yang dapat memperlambat proses normalisasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lelilef Sawai Frileks Arbaben menyampaikan, bantuan yang telah diberikan PT IWIP pada saar banjir berupa bantuan logistik makanan, air dan pakaian. Selain itu, ada juga bantuan berupa insentif uang tunai kepada lansia, yang didistribusikan melalui rekening masing-masing.

“Semuanya bekerja sama dalam hal evakuasi pengungsi, kemudian memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para korban banjir,” imbuhnya.

Baca juga : Lindungi Rakyat, Lalu Sejahterakan Ekonomi

Di sisi yang lain, Kepala Desa Woejarana M.T Latuconsina mengatakan, bantuan dari PT IWIP bersama dengan Pj Bupati Halmahera Tengah di pengungsian berupa bahan makanan pokok seperti beras, mie instan, air mineral serta kebutuhan pengungsi lainnya seperti tikar. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense