BREAKING NEWS
 

BI: Ketidakstabilan Global Mulai Mereda

Investor Di Pasar Keuangan Domestik Mulai Menggeliat

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Selasa, 27 Agustus 2024 07:00 WIB
Juli Budi Winantya.

RM.id  Rakyat Merdeka - Keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian nasional di tengah kondisi global saat ini perlu dijaga. Ini penting untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi di rentang 4,7 persen hingga 5,3 persen tahun ini.

Direktur Departemen Ke­bijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juli Budi Winantya menjelaskan, keya­kinan pelaku ekonomi yang tetap positif bisa terjaga dengan peningkatan konsumsi domestik dan investasi.

“Untuk itu, konsumsi rumah tangga perlu dipacu, sejalan dengan berakhirnya faktor musi­man dari Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan dampak pelaksanaan Pemilu pada semes­ter I-2024,” ujar Juli di acara Pelatihan Wartawan BI di Bali, Jumat (23/8/2024) malam.

Baca juga : Sekolah Swasta Gratis Mulai Dijalankan 2025

Dia mengatakan, Pemerintah juga sudah melakukan berbagai upaya untuk mendorong investa­si. Salah satunya melalui keber­lanjutan pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).

Selain itu, stimulus fiskal 2024 yang meningkat dari 2,3 persen menjadi 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) diharap­kan mampu mengakselerasi per­tumbuhan ekonomi domestik.

Juli mengatakan, BI juga bersinergi dengan Pemerintah dalam melakukan penguatan stimulus fiskal.

Baca juga : Tim Singa Lakoni Laga Hidup Mati

Selain itu, pihaknya mendorong stimulus makroprudensial untuk meningkatkan pertum­buhan ekonomi berkelanjutan. Sekaligus memperkuat bauran kebijakan moneter, makro­prudensial dan sistem pemba­yaran untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Kepala Departemen Ko­munikasi BI Erwin Haryono mengatakan, saat ini faktor-faktor penyebab ketidakstabilan global sudah mulai mereda. Seiring dengan itu, investor yang masuk lagi ke dalam pasar keuangan domestik juga mengalami peningkatan.

“Ini menunjukkan keyakinan investor asing di sektor riil mau­pun portofolio terhadap ekonomi Indonesia cukup tinggi saat ini,” ujarnya.

Baca juga : Grand Prix F1 Belanda 2024, Norris Kuasai Kandang Lawan

Erwin menerangkan, faktor fundamental ekonomi yang kuat tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi di sekitar 5 persen di tengah ketidakpastian pasar keuangan global dan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus satu persen dalam kurun waktu yang lama.

Adsense

Hal itu juga menunjukkan keberlanjutan dari pertumbuhan perekonomian Indonesia.

“Faktor-faktor fundamental baik eksternal maupun internal akan sangat mempengaruhi pergerakan rupiah dan pergerakan modal. Kita optimistis perekonomian Indonesia akan semakin baik,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense