Sebelumnya
“Kami sedang merumuskan langkah komprehensif dan terukur, khususnya regulasi dan perizinan, ini akan kita pangkas,” tegasnya.
Pemerintah juga akan berdiskusi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) mengenai persoalan yang selama ini dialami. Ditegaskannya, Pemerintah akan siapkan sweetener alias insentif yang dibutuhkan untuk para investor.
Bahlil menyebut, banyak negara berlomba-lomba mendatangkan investasi asing sektor hulu migas. Jika ini sukses dilakukan, maka pendapatan negara bisa meningkat.
Baca juga : Kurangi Pengangguran, DKI Bisa Tiru Karawang
“Karena dari 600 ribu barel per hari lifting (minyak) kita sama dengan pendapatan negara kurang lebih 12 miliar dolar AS per tahun,” ungkapnya.
Efek lainnya adalah angka impor energi yang berkurang dan menciptakan lapangan kerja. “Dan perlahan-lahan kita akan menuju apa yang disebut kemandirian energi,” imbuhnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku, produksi migas di Indonesia terus mengalami penurunan. Tidak ada pilihan lain, selain meningkatkan produksi dan lifting migas di Indonesia.
Baca juga : Tahan Imbang Dua Tim Raksasa, Tim Garuda Jadi Ancaman Di Asia
Untuk itu, Luhut bersama Kementerian/Lembaga (K/L) terkait langsung berkoordinasi untuk mengevaluasi, serta menyusun langkah strategis untuk menaikkan produksi migas.
Dia menuturkan, Pemerintah telah berhasil mengidentifikasi beberapa permasalahan dan telah menyepakati upaya bersama.
“Poses perizinan dan tumpang tindih kewenangan antar Kementerian/Lembaga, sering kali menjadi hambatan. Kebijakan yang ada juga sering kali masih kurang memberikan iklim investasi yang menarik bagi para investor di sektor ini,” tuturnya.
Baca juga : Badminton Hong Kong Open 2024, Ginting ‘Balas Dendam’ Popov
Luhut menguraikan, ada 11 isu utama yang perlu diperbaiki di sektor hulu migas. Mulai dari lamanya persetujuan izin lingkungan, peraturan terkait ruang laut dan pertanian, perpajakan migas yang kurang kondusif, hingga kurangnya dukungan dari sebagian Pemerintah Daerah (Pemda). DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 12 September 2024 dengan judul "Kerek Produksi Minyak Dan Gas, Bahlil: Pemerintah Siapin Sweetener Buat Investor"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.