RM.id Rakyat Merdeka - Kemitraan antara Daewoong Pharmaceutical dan Indonesia telah memasuki babak baru dengan peresmian pabrik sel punca di Cikarang.
Setelah 20 tahun berkolaborasi, Daewoong Biologics Indonesia (DBI) mengumumkan bahwa pabrik tersebut kini resmi beroperasi setelah mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sertifikasi ini penanda kesiapan Daewoong untuk memenuhi kebutuhan terapi berbasis sel punca di Indonesia, yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya populasi lanjut usia di negara ini.
Baca juga : Pacu Kemandirian Dalam Negeri, Menkes Resmikan Produksi Vaksin Biotis
CEO Daewoong Pharmaceutical, Shawn Park menyatakan, langkah ini merupakan tahap awal dari proyek riset dan pengembangan berskala besar yang akan dilakukan bersama industri farmasi dan biofarmasi di Indonesia.
"Dengan sertifikasi GMP ini, Daewoong telah mengambil langkah pertama dalam proyek penelitian dan pengembangan berskala besar bekerja sama dengan industri farmasi dan biofarmasi Indonesia," ujar Shawn Park dalam keterangannya, Jumat (13/9/2024).
Dia menegaskan komitmen Daewoong untuk terus mendukung perkembangan industri kesehatan di Indonesia. Kemitraan ini bukan sekadar kerja sama bisnis, melainkan juga bagian dari visi jangka panjang untuk berkontribusi pada kesehatan masyarakat Indonesia, terutama di era penuaan penduduk.
Baca juga : Genjot Penguatan Branding dan Hubungan Baik Pelanggan, UKM Moncer
Pada tahun lalu, Indonesia resmi memasuki fase "era penuaan" dengan lebih dari 7 persen penduduk berusia lanjut. Kondisi ini mendorong lonjakan permintaan akan terapi untuk penyakit degeneratif seperti osteoartritis, kanker, dan gangguan otak.
Menyadari kebutuhan tersebut, Daewoong berkomitmen menyediakan sel punca berkualitas tinggi untuk mendukung terapi yang lebih efektif di 14 rumah sakit yang telah ditunjuk di Indonesia.
Taruna Ikrar, Kepala BPOM, menggarisbawahi pentingnya peran Daewoong dalam mendukung pengembangan teknologi pengobatan berbasis sel punca di Indonesia.
Baca juga : Kisah Wanita Hebat AgenBRILink Dorong Literasi Keuangan
"Sangat penting bahwa kita telah meletakkan fondasi utama bagi pengembangan pengobatan berbasis sel punca berkualitas tinggi," ujar Taruna Ikrar, saat peresmian.
Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 100.000 meter persegi ini juga didukung oleh transfer teknologi dari Korea, memungkinkan produksi sel punca berkualitas tinggi yang berasal dari tali pusat dan jaringan lemak, serta rencana ekspansi untuk mengembangkan sel eksosom dan sel imun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.