RM.id Rakyat Merdeka - Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) kali ke-3, yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), di ICE BSD, Tangerang, kembali menggelar talkshow menarik. Talkshow membahas mengenai peluang bisnis kopi, cokelat, dan teh artisan untuk kaum milenial Indonesia. Tujuannya, untuk mengeksplorasi potensi serta tantangan dalam industri teh di Indonesia, khususnya dalam konteks tren terbaru yang menyasar generasi Gen Z dan milenial.
Founder Sila Tea House, Redha Taufik Ardias, yang menjadi narasumber talkshow, memberikan pandangan mendalam mengenai kondisi terkini dan masa depan industri teh di Indonesia. Terutama berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri teh nasional. Mulai dari perubahan iklim hingga persaingan dengan produk teh impor. Menurut Redha, perubahan iklim berdampak signifikan pada kualitas dan kuantitas hasil produksi teh.
Baca juga : DKI Ngarep Bisa Tekan Amukan Si Jago Merah
"Untuk menghadapi tantangan ini, kita perlu berinovasi dalam cara budidaya dan pengolahan teh. Teknologi dan praktik berkelanjutan sangat penting untuk memastikan produk teh kita tetap kompetitif di pasar global," ujar Redha.
Terlepas dari berbagai tantangan yang ada, Redha juga menyoroti potensi besar yang dimiliki industri teh Indonesia, khususnya dalam segmen artisan tea. Tren ini semakin populer di kalangan generasi Gen Z dan milenial, yang menginginkan produk teh dengan rasa unik dan penyajian yang menarik.
Baca juga : 267 Pengurus Dilantik, Annisa Pohan Jabat Ketua Dewan Kehormatan PDRI
“Generasi muda saat ini lebih memilih produk yang menawarkan pengalaman unik dan berkualitas. Artisan tea memenuhi kriteria ini dengan memberikan rasa yang khas dan penyajian yang menarik," tambah Redha.
Dengan meningkatnya minat terhadap produk teh premium dan artisanal, ada kesempatan besar bagi produsen teh lokal untuk mengembangkan produk mereka dan memanfaatkan pasar yang berkembang ini. Redha menekankan pentingnya inovasi dan penekanan pada kualitas untuk meraih kesuksesan di segmen ini.
Baca juga : Menag Tandatangani MRA Jaminan Produk Halal Pertama di Eropa
Acara talkshow ini juga mencerminkan dukungan strategis dari Kementan, melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kolaborasi ini bertujuan untuk memajukan sektor perkebunan, meningkatkan daya saing produk teh Indonesia, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.