RM.id Rakyat Merdeka - Sebulan menjelang lengser, Presiden Jokowi mencetak sejarah penting untuk Indonesia. Secara berturut-turut, Jokowi meresmikan tiga smelter tembaga dan pemurnian logam mulia dalam waktu dua hari.
Smelter pertama yang diresmikan Jokowi terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (23/9/2024) pagi. Smelter ini milik PT Amman Mineral Internasional Tbk. Pada peresmian ini, Jokowi ditemani tiga menteri, yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani.
Jokowi dan rombongan tiba di lokasi pukul 08.45 WITA. Jokowi kemudian melihat-lihat bangunan pabrik hingga proses pemurnian konsentrat. Setelah itu, Jokowi memasuki lokasi peresmian.
Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan, pabrik hilirisasi ini merupakan hasil investasi senilai Rp 21 triliun. "Untuk menghasilkan katoda tembaga sebagai produk utama dari pabrik ini, sudah menggunakan teknologi canggih," ucapnya.
Jokowi ingin, Indonesia menjadi produsen dari berbagai macam produk komponen kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Komponen tersebut tidak hanya untuk konsumsi domestik, tapi juga ekspor.
Baca juga : Diumumkan Sri Mul, APBN Tekor 153 Triliun
"Oleh sebab itu, saya gembira pada pagi hari ini, sebagai pemilik cadangan tembaga, masuk dalam 7 besar dunia, kita telah memasuki babak baru dalam hilirisasi industri tembaga," ujarnya.
Jokowi menegaskan, Indonesia juga harus mengubah kebiasaan mengekspor bahan mentah. Mulai sekarang, Indonesia mesti mengolah bahan mentah agar menghasilkan produk-produk siap pakai seperti katoda tembaga, kabel, hingga foil tembaga.
"Kita juga ingin kebutuhan produk-produk tembaga dunia itu ke depan bergantung pada negara kita, Indonesia," ucapnya.
Jokowi berharap, pengoperasian smelter PT Amman dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam hal pembukaan lapangan kerja. Selain itu, diharapkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) di NTB, khususnya Kabupaten Sumbawa Barat, juga ikut meningkat.
Smelter PT Amman memiliki kapasitas produksi sangat besar. Smelter ini menghasilkan 220 ribu ton katoda tembaga, 18 ton emas, 55 ton perak, dan 850 ribu ton asam sulfat setiap tahun.
Baca juga : Tiga Jagoan KIM Dapat Nomor Prabowo Di Pilpres
Selesai peresmian Smelter PT Amman di NTB, Jokowi langsung terbang ke Jawa Timur. Di sana, Jokowi meresmikan smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI), di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Dalam peresmian ini, Jokowi tetap ditemani Erick, Bahlil, dan Rosan.
Jokowi dan rombongan tiba di lokasi pukul 15.40 WIB. Sebelum melakukan peresmian, Jokowi bersama rombongan terlebih dulu meninjau pabrik yang dibangun di atas lahan 140 hektare, dengan menggunakan bus.
Bus yang dinaiki Jokowi melintasi sejumlah fasilitas utama dan pendukung pemurnian tembaga. Salah satunya fasilitas untuk peleburan tembaga. Ini merupakan fasilitas utama dalam proses smelterisasi. Setelah keliling, Jokowi turun dari bus untuk melihat langsung proses pemanenan lempengan katoda.
Saat peresmian, Jokowi mengaku sempat kesulitan merayu perusahaan-perusahan pertambangan untuk membangun smelter.
"Pekerjaan berat dan melelahkan selama menjabat Presiden 10 tahun adalah mengajak perusahaan pertambangan untuk membangun smelter. Ini pekerjaan sangat berat," kata Jokowi.
Jokowi lalu menceritakan perjuangannya di 2017. Ketika itu, Jokowi melobi Chairman & CEO PTFI McMoran Inc Richard C Adkerson untuk membangun smelter di Gresik.
"Itu pun negosiasinya alot, karena saya tahu investasinya tidak kecil. Rp 56 triliun, itu besar banget," tambah Jokowi.
Baca juga : Digoda Bahlil Masuk Golkar, Fahri Anggap Cuma Bercanda
Dia menyadari, Freeport perlu menghitung untung rugi apabila membangun smelter di Gresik. "Setelah itu, di 2018 dipersiapkan lahannya. Selesai dipersiapkan, lalu saya ke sini groundbreaking memulai konstruksi pabrik, dan setelah 30 bulan, alhamdulilah hari ini bisa kita resmikan," ujar Jokowi, mengucap syukur.
Jokowi lalu bicara dampak positif dari smelter tersebut bagi penerimaan negara yang diperkirakan mencapai Rp 80 triliun. Angka ini sangat signifikan dibandingkan jika Indonesia hanya mengekspor bahan mentah.
"Hitung-hitungan saya, penerimaan negara masuk kira-kira Rp 80 triliun dari PT Freeport Indonesia, baik berupa deviden, royalti, PPh badan, PPh karyawan, pajak untuk daerah, bea keluar, pajak ekspor, semuanya kira-kira angkanya seperti itu. Ini angka yang sangat besar," ucapnya.
Selain itu, smelter ini juga diharapkan dapat memberikan dampak besar pada sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air. Jokowi menambahkan, smelter ini akan mendorong pertumbuhan industri turunan tembaga di sekitar wilayah Gresik.
"Saya kira nanti akan diikuti mungkin pabrik kabel dan lain-lain untuk masuk ke negara kita, termasuk tadi yang disampaikan Pak Erick Thohir mengenai selenium yang juga dihasilkan dari smelter tembaga ini, sehingga bisa diproduksi semikonduktor," tutupnya.
Hari ini, Selasa (24/9/2024), Jokowi akan meresmikan smelter ketiga. Yang akan diresmikan adalah Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.
"Dari Gresik, (Jokowi) akan ke Mempawah untuk peresmian injeksi bauksit perdana Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) PT Borneo Alumina Indonesia. Besok pagi," terang Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.