Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Usai penetapan dan pengundian nomor urut, kontestasi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) mulai memanas. Secara sporadis isu “Sambo vs Rambo” marak se-antero Jateng.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah menetapkan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) dan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jateng 2024.
Isu Rambo-Sambo dialamatkan kepada dua pasangan calon (paslon) Gubernur Jawa Tengah.
Ketua Tim Pemenangan Luthfi-Yasin, AM Putranto menilai, banyaknya black campaign atau kampanye hitam di media sosial (medsos) seperti Rambo vs Sambo yang menyerang kandidatnya, hanya isu receh dan kekanakan.
Masyarakat, kata Putranto, sudah bisa membedakan mana informasi yang substansial dan mana isu yang tidak mendasar. Dia mengatakan, kampanye hitam itu sengaja dihembuskan supaya gampang diinget.
Baca juga : Komisi VIII DPR Nolak
“(Tapi) masyarakat sudah pinter, mana yang paham dengan Jateng dan tidak (paham Jateng),” ujar Putranto dalam keterangannya, Senin (23/9/2024).
Menurut Putranto, masyarakat Jateng sekarang tidak mudah termakan isu-isu yang tidak jelas. Karena itu, kata dia, isu receh dan kekanakan tidak menjadi fokus yang serius.
Masyarakat Jateng, kata Putranto, lebih fokus pada kualitas dan rekam jejak para calon pemimpin. Masyarakat Jateng, kata dia, ogah terjebak dalam narasi yang sengaja diembuskan untuk menimbulkan polarisasi.
“Yang penting sekarang adalah kerja nyata, bukan slogan atau istilah yang mengada-ada,” tegas dia.
Selain isu ‘Rambo VS Sambo’, kata Putranto, juga ada kabar perpindahan relawan dari kubu Luthfi ke Andika. Dia menegaskan, kabar tersebut mungkin dilakukan oleh segelintir orang.
Baca juga : BUMN Dorong RI Keluar Dari Middle Income Trap
“Atau bahkan, tidak benar dan bisa juga disuruh. Kita malah kasihan mereka cari perhatian,” kata Putranto.
Senada, Bacagub Jateng, Ahmad Luthfi juga enggan membahas isu Rambo vs Sambo. Dia menegaskan, tidak ada yang perlu dibahas soal isu Sambo vs Rambo.
“Nggak ada itu, apa ya,” kata mantan Kapolda Jateng ini. dalam keterangannya, Minggu (22/9/2024).
Luthfi menambahkan, isu Rambo Vs Sambo harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Dia mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan isu tersebut.
Sementara, Direktorat Saksi dan Pengamanan Hasil Pemilu Tim Pemenangan Andika-Hendi, Faqih Normansyah mempertanyakan dibuatnya 103 TPS lokasi khusus (loksus) selain di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Panti Rehabilitasi oleh KPU Jateng.
Baca juga : Satgas Temukan Karpet Impor Ilegal Dari Turki
Dia khawatir, TPS loksus yang dibuat di kampus, asrama, ataupun pabrik atas permintaan pengelolanya tidak memenuhi asas bebas dan rahasia karena ada tekanan pihak tertentu. Dia mengingatkan, pilgub merupakan pesta demokrasi yang harus dirayakan dengan gembira.
“Jangan sampai selesai pesta, ada yang bahagia ada yang terluka,” ujar Faqih dalam keterangannya, Senin (23/9/2024).
Menurut dia, bila alasannya sekolah berasrama tidak memperbolehkan nyoblos, maka hal itu termasuk menghalang-halangi penyelenggaraan pilgub. Kata dia, pemilik asrama bisa terkena pidana pemilu karena tindakannya tersebut.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 24 September 2024 dengan judul Pilgub Jateng Mulai Memanas
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya