Dark/Light Mode

Genjot Pertumbuhan Di Daerah, Pemda Percepat Digitalisasi

Selasa, 24 September 2024 07:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2024 di Jakarta, Senin (23/9/2024). (Foto: X/PerekonomianRI)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2024 di Jakarta, Senin (23/9/2024). (Foto: X/PerekonomianRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelayanan berbasis digital terus diperluas Pemerintah. Berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) per semester I-2024, jumlah Pemerintah Daerah (Pemda) yang masuk kategori digital mencapai 480 atau 87,9 persen dari total 546 Pemda di seluruh Indonesia.

Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 399 Pemda sekaligus menembus target Pemerintah pada 2024 sebanyak 85 persen.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, transfor­masi digital diharapkan mem­bawa dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi di daerah maupun secara nasional.

“Intinya, ini yang harus ditingkatkan kembali,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2024 di Jakarta, Senin (23/9/2024).

Untuk tahun 2025, kata Airlangga, Satuan Tugas (Satgas) P2DD menargetkan 650 Pemda dapat mencapai level digital. Peningkatan partisipasi hampir terjadi di semua wilayah, kecuali di Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Baca juga : PDIP: Kontestasi Demokrasi Bukan Permusuhan Politik

Skor rata-rata championships setiap wilayah dan level Pemda juga terus naik. Tahun ini, skor rata-rata meningkat dari 43,37 (2023) menjadi 51,40 (2024).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, dalam membangun ekosistem digital nasional, Pemda tidak bisa bergerak sendiri.

Menurutnya, tidak ada satupun aktor yang mencapai tujuan tanpa mempengaruhi aktor yang lain.

Anas mencontohkan praktik pemanfaatan digital di berbagai negara. Misalnya, pemanfaatan digital di India mempersingkat 40 tahun pembangunan, dari proyeksi 47 tahun. Bahkan, dengan digital payment, digital id, dan data exchange, tercapai hanya dalam waktu 7 tahun.

Sementara, Estonia berhasil melipatgandakan Produk Do­mestik Bruto (PDB) per kapita 10 kali lipat dalam 20 tahun berkat platform pelayanan yang terdigitalisasi dan terintegrasi.

Baca juga : Ingat, Masyarakat Dilarang Beraktivitas Di Jalur Kereta

Kemudian, China melalui inklusi keuangan digital dapat menurunkan kemiskinan secara signifikan mencapai 0,6 persen.

“Karena ketepatan sasaran bantuan dan juga program-pro­gram Pemerintah yang berbasis digital,” ungkapnya.

Sementar, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, transformasi digital di Indonesia terakselerasi dengan cepat dalam lima tahun terakhir.

Menurutnya, digitalisasi pembayaran telah mendukung keuangan daerah dan berkontri­busi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, digitalisasi ber­peran dalam mendukung inklu­sivitas serta penguatan ekonomi lokal dan UMKM.

Baca juga : Pilgub Jateng Mulai Memanas

Dengan digitalisasi, peneri­maan pajak dari pembayaran pajak langsung ke rekening Pemerintah Pusat dan daerah.

“Pengeluarannya juga melalui digitalisasi bisa dilakukan secara efisien sesuai dengan tata kelola yang baik,” jelasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 24 September 2024 dengan judul Genjot Pertumbuhan Di Daerah, Pemda Percepat Digitalisasi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.