BREAKING NEWS
 

BI Rayu Investor Negeri Tirai Bambu Investasi Di Proyek Energi Terbarukan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 26 September 2024 18:42 WIB
Deputi Gubernur BI, Doni P Joewono. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) mengajak para investor asal China, untuk memanfaatkan peluang investasi di Indonesia khususnya pada proyek strategis energi terbarukan, teknologi digital, serta hilirisasi industri.

Ajakan itu disampaikan BI dalam Indonesia-China Business Forum (ICBF) 2024 yang digelar pada 25-27 September 2024. ICBF merupakan forum untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan China, dan mempromosikan investasi di sektor-sektor strategis. 

Dalam forum strategis yang mengusung tema ‘Navigating New Horizons: Seizing Investment Opportunities in Indonesia for Stability and Sustainable Growth' ini, BI mempromosikan proyek investasi strategis Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) di Candi Umbul Telomoyo, Jawa Tengah, kepada kalangan Investor dan asosiasi bisnis/industri, serta perwakilan pemerintah yang menangani kebijakan ekonomi, investasi manufaktur dan ekonomi hijau di China.

Deputi Gubernur BI, Doni P Joewono mengatakan, Indonesia secara konsisten menjadi salah satu negara tujuan investasi yang paling menjanjikan bagi China. “Maka, ada beberapa hal penting yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga : Daya Saing Naik, Investasi Asing Melejit

Pertama, stabilitas Rupiah yang terjaga dan likuiditas yang memadai, didukung langkah mendorong penggunaan transaksi mata uang lokal (local currency settlement/LCT) untuk perdagangan dan investasi bilateral. 

Sejak diimplementasikan pada tahun 2021 hingga Juli 2024, nilai transaksi antara Indonesia dan China dengan menggunakan mata uang lokal mencapai 1,2 miliar dolar AS, dengan rata-rata pengguna bulanan telah mencapai lebih dari tiga ratus perusahaan. 

Adsense

Kedua, kondisi fundamental makroekonomi Indonesia yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ketiga, komitmen penuh pemerintah Indonesia pada reformasi struktural, terutama dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif untuk hilirisasi industri dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian. 

“Keempat, pertumbuhan digitalisasi yang signifikan,” ucapnya.

Baca juga : Bamsoet Ajak Mahasiswa Baru Universitas Trilogi Perkuat Wawasan Kebangsaan

Selama setahun terakhir, pertumbuhan transaksi pembayaran digital berbasis QR (Quick Response) code mencapai 200 persen dengan total lebih dari 52 juta pengguna dan 33 juta merchants. 

Kelima, komitmen Indonesia untuk mendorong ekonomi yang inklusif dan hijau. “Dalam hal ini, BI memainkan peran penting dalam memberikan  dukungan kerangka kebijakan makroprudensial yang pro-growth,” ungkapnya.

Forum ICBF 2024 membahas isu diantaranya terkait peluang investasi di sekuritas Bank Indonesia  serta peran LCS dalam mengurangi ketergantungan pada valuta asing lain seperti dolar AS, untuk meminimalsir risiko fluktuasi nilai tukar dan meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara. 

Selain itu, BI juga menerima beberapa pernyataan minat, baik langsung kepada BI maupun bank perantara, untuk membeli Sekuritas BI.

Baca juga : Pertamina Edukasi Inovasi Teknologi Energi Terbarukan Di Kalangan SMA

ICBF 2024 diselenggarakan atas kolaborasi BI dengan UOB China dan Bank Mandiri Shanghai, didukung oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai dan Duta Besar RI untuk China. 

Forum ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha dan investor dari kedua negara, serta memperkuat fondasi kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense