BREAKING NEWS
 

Arsjad Rasjid Pimpin Delegasi Bisnis Indonesia di ASEAN Leaders Interface Meeting

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 9 Oktober 2024 18:40 WIB
Ketua ASEAN-BAC/Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (kiri depan). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid memimpin delegasi bisnis Indonesia dalam pertemuan ASEAN Leaders Interface Meeting with Representatives of ASEAN-BAC, di Vientiane, Laos, Kamis (9/10/2024).

Hadir dalam acara itu para kepala negara ASEAN, termasuk Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, Wakil Presiden Indonesia KH Ma’ruf Amin, Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr, Perdana Menteri Kamboja Samdech Thipadei Hun Manet, dan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh.

Dalam pertemuan tersebut, Arsjad menekankan pentingnya percepatan langkah ASEAN menuju keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif melalui beberapa inisiatif utama. Pertama, isu ASEAN Net Zero Hub: Mendorong Dekarbonisasi. Dalam hal ini, Arsjad menggarisbawahi pentingnya ASEAN Net Zero Hub sebagai platform untuk membantu bisnis, termasuk UMKM, dalam transisi menuju emisi net-zero. Inisiatif ini dirancang agar pelaku bisnis dapat berbagi solusi praktis dan mendukung perusahaan dalam mengatasi tantangan rantai pasok secara berkelanjutan.

Baca juga : Arsjad Rasjid Tampil di Forum ASEAN Business and Investment Summit

“Kita harus bergerak cepat untuk memastikan ASEAN siap bertransisi menuju ekonomi rendah karbon,” ujar Arsjad, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (9/10/2024).

Adsense

Kedua, ASEAN Alliance on Carbon Markets (AACM): Menjadi Pemimpin Pasar Karbon Global. Dalam hal ini, Arsjad menyampaikan peran besar AACM dalam memimpin pengembangan pasar karbon lintas batas di ASEAN. AACM telah memulai dialog eksekutif untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan di pasar karbon.

“ASEAN harus menjadi pemain utama dalam pasar karbon global,dan manfaatnya harus dirasakan oleh semua negara anggota,” tegasnya.

Baca juga : Berkah Pertamina Grand Prix of Indonesia, 2 UMKM Ini Tembus Pasar Internasional

Terkait rekomendasi utama untuk ASEAN, Arsjad mengusulkan 5 langkah kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan dekarbonisasi di ASEAN. Yaitu mempercepat pengembangan pasar karbon lintas batas, harmonisasi standar terkait karbon di seluruh ASEAN, mendorong investasi hijau melalui perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement), meningkatkan kolaborasi publik-swasta dalam mendukung transisi energi, serta menciptakan insentif ekonomi untuk mempercepat dekarbonisasi sektor swasta.

Arsjad turut mendorong konsep complementary growth atau pertumbuhan komplementer, yang setiap negara ASEAN dapat memanfaatkan kekuatan komparatif masing-masing untuk menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

“Dengan saling melengkapi, ASEAN dapat memperkuat daya saing regional dan meningkatkan posisi ekonomi kita di pasar global,” jelasnya.

Baca juga : Jokowi Resmikan Smelter Bauksit, Indonesia Makin Mantap Jadi Negara Industri

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi ASEAN untuk memperkuat kerja sama regional, menunjukkan komitmen menuju pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif di masa depan. Dengan langkah-langkah konkret yang telah dibahas, ASEAN siap menjadi kawasan ekonomi yang tangguh dan relevan secara global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense